PADANG, KLIKPOSITIF — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen untuk mensukseskan program Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023.
Hal tersebut ditegaskan Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama saat memberikan sambutan dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar Februari 2022 di Kantor BI, Selasa (29/3/2022).
Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy dan Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Prasetyo.
“Ancaman Inflasi akan tinggi pada tahun depan, hal itu dipengaruhi beberapa faktor diantaranya peperangan Rusia Ukraina dan akan dinaikannya suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat beberapa kali,” katanya.
Program VBWS merupakan bentuk
semangat pemerintah provinsi dalam menghadapi tahun kunjungan wisata 2023, hal itu merupakan upaya dalam menggenjot pariwisata sebagai lokomotif baru perekonomian daerah. BI Sumbar, siap untuk mensukseskan itu.
“Pariwisata terbukti memiliki potensi menjadi lokomotif perekonomian baru di Sumatera Barat,” kata Wahyu menyampaikan sambutan dalam pertemuan tersebut.
Selain melaporkan pertumbuhan ekonomi Sumbar, lanjutnya, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mengoptimalkan sektor ekonomi potensial yang dimiliki yaitu pariwisata
Wahyu menegaskan, pencanangan tahun kunjungan wisata Sumbar tahun 2023 harus ditindaklanjuti dengan sejumlah strategi. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar mengoptimalkan tim kerja Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dalam memimpin integrasi peta jalan pengembangan pariwisata.
Selain itu, harus segera dilakukan kampanye publik untuk membentuk pola kepedulian masyarakat. Kepedulian juga bisa dibangun melalui suasana festival yang meriah, seperti pemasangan marawa ataupun mengimbau setiap instansi untuk mewajibkan pegawai mengenakan tenun Minang
Dia menjelaskan, perekonomian Sumbar pada triwulan IV 2021 tumbuh positif melanjutkan tren pemulihan, tercatat sebesar 4,38% (yoy) meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang tumbuh 3,31% (yoy).
Peningkatan ini terutama didorong oleh pelonggaran level PPKM oleh Pemerintah Pusat pada beberapa kota di Sumatera Barat sejalan dengan kasus COVID-19 yang menurun dan realisasi vaksinasi COVID-19 yang meningkat pada triwulan IV 2021.
Disisi lain, pada tahun 2021, Sumbar tercatat mengalami inflasi yang rendah yaitu sebesar 1,40% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi pada tahun 2020 yang sebesar 2,11% (yoy). Realisasi inflasi Sumatera Barat pada tahun 2021 ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional yang sebesar 1,87% (yoy).
Sementara itu Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyampaikan, melalui VBWS 2023 akan mampu mengangkat pariwisata Sumbar menjadi lebih baik serta mengembalikan kejayaan Sumbar dengan tingkat kunjungan wisatawan lebih dari 8 juta orang per tahun.
Wagub Audy mengajak agar jumlah desa wisata ditingkatkan lagi khususnya bagi kabupaten dan kota yang belum memilikinya, namun punya potensi. Termasuk Kepulauan Mentawai yang memiliki kearifan lokal yang sangat khas.






