PARIAMAN, KLIKPOSITIF– Hoyak Tabuik itu akan berlangsung pada tanggal 29 Juli 2022, bertepatan dengan satu Muharam. Lalu, berapa anggaran pembuatan tabuik ini?
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono mengatakan tabuik yang akan dibuat sebanyak dua buah seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ada dua tabuik, pertama di Rumah Tabuik Subarang dan Rumah Tabuik Pasa,” ujar Dwi Marhen Yono.
Menurutnya, anggaran untuk ke dua tabuik itu masing-masing dua ratus juta rupiah (Rp200.000.000).
Kendatipun demikian, kata Dwi Marhen Yono, anggaran tersebut tidak sepenuhnya terpenuhi lantaran karena sesuatu hal.
“Jadi anggaran yang kami ajukan sebanyak itu, namun tidak sepenuhnya terpenuhi, karena ada refocusing (pemotongan anggaran yang diajukan) oleh pemerintah,” ungkap Dwi Marhen Yono.
Mendapat informasi refocusing tersebut, Marhen meneruskan kepada Niniak Mamak dan Tuo Tabuik (penyelenggara festival tabuik).
Karena hal itu, Pemkot Pariaman dan Tuo Tabuik Subarang serta Tuo Tabuik Pasa melakukan pertemuan.
Dalam pertemuan itu mereka menyoal terkait refocusing anggaran tabuik.
“Mereka (Tuo Tabuik) mengajukan RAB. RAB yang mereka ajukan sebanyak seratus lima puluh juta rupiah, masing-masing Rumah Tabuik,” ungkap Kadis tersebut.
Anggaran RAB itu dibawa oleh Marhen kepada Wali Kota Pariaman untuk persetujuan.
“Yang lima puluh juta rupiah itu kami ajukan melalui anggaran perubahan Pemkot Pariaman,” ungkapnya.
Tidak ada penjelasan dari Marhen terkait kepastian dari anggaran perubahan itu.
Hanya saja dia mengatakan bahwa Ia tidak bisa memastikan apakah dapat atau tidak.
“Ya karena saya tidak bisa memastikan itu sekarang, sebab masih dalam proses di pihak pemegang anggaran,” ujar Marhen.
Anggaran Pembuatan Tabuik dari Sumber Lain
Selain dari anggaran pemerintah, Marhen juga mengungkapkan sumber anggaran tersebut.
“Sumber anggaran lainnya yaitu anggaran “Badoncek” oleh para perantau Pariaman. Banyak juga perantau Pariaman yang peduli dengan tabuik. Mereka bersedia badoncek untuk mensukseskannya,” ungkap Marhen.
Ia melanjutkan, sumber lainnya juga akan ada dari BUMD dan BUMN serta pihak perbankan yang bermitra dengan Pemkot Pariaman.
“Kita akan minta dukungan anggaran kepada seluruh mitra pemkot. Hal ini tentu untuk memastikan bahwa soal anggaran tidak menjadi alasan atau kendala suksesnya festival Hoyak Tabuik,” jelas Dwi Marhen.
Selama 14 hari berjalannya festival Hoyak Tabuik akan menerapkan prokes untuk mengantisipasi penularan virus corona.







