PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada setiap rumah dan juga tempat-tempat usaha sangat penting dalam mencegah terjadinya musibah kebakaran.
Berdasarkan catatan Damkar Kota Payakumbuh setidaknya setiap tahun rata-rata ada 60 sampai 70 kasus kebakaran yang terjadi.
Dari angka tersebut terlihat bagaiman perlunya setiap rumah memiliki APAR sebagai pertologangan pertama saat terjadinya kebakaran.
Sementara itu utuk jumlah APAR yang tersebar di Payakumbuh saat ini tercatat lebih kurang ada 1200an.
Kabid Damkar Kota Payakumbuh Budi Kurniawan mengatakan, kami terus melakukan sosialisasi pada masyarakat tentang pentingnya Apar ini.
Untuk Payakumbuh Budi mengakui masih ada sebagian pemilik usaha yang tidak memiliki APAR, namun ia juga mengingatkan APAR juga perlu ada pada setiap rumah warga.
“APAR ini tidak hanya penting ada di tempat usaha, tapi juga setiap rumah warga seharusnya wajib memiliki APAR untuk menanggulangi kebakaran,” kata Budi pada KLIKPOSITIF, Senin (6/6).
Ia menambahkan, APAR penting untuk pertolongan pertama sekaligus melindungi harta benda saat terjadi kebakaran.
Budi melanjutkan, tidak hanya itu Apar sebenarnya juga penting ada pada setiap kendaraan.
Koordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya APAR ini, Dinas Pemadam Kebakaran telah berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal Daerah Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
“Kita koordinasi dan setiap masyarakat yang akan mengurus izin usaha ataupun IMB sekarang mereka wajib sediakan APAR,” ujar Budi.
Kesadaran Masyarakat
Meski saat ini belum semua masyarakat yang memiliki APAR di tempat usaha dan juga rumah mereka, namun Damkar menyebut kesadaran masyarakat sudah mulai ada.
“Kesadaran masyarakat daerah ini sudah mulai tumbuh tentang pentingnya APAR ini, sebab itu kami terus lakukan sosialisasi,” ujarnya.
Salah satu contohnya, saat ini tidak hanya pemilik usaha atau pertokoan, pertkantoran yang memiliki APAR, bahkan sekolah dari tingkat PAUD pun sudah menyediakan APAR.






