Kamis, 10 Sep 2026 - 18:39 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Apakah Asupan Protein Harian Anda Sudah Cukup?

Fitria Marlina
Kamis, 10 Sep 2026 | 07:45 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Protein selama ini lebih dikenal sebagai salah satu zat gizi yang diperoleh dari makanan. Namun, protein sebenarnya memiliki peran jauh lebih besar karena menjadi salah satu komponen dasar yang membangun dan menjaga fungsi tubuh manusia.

Protein terdapat di hampir setiap sel tubuh. Zat gizi ini dibutuhkan untuk membentuk dan memperbaiki otot, tulang, kulit, serta rambut. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim yang membantu berbagai reaksi kimia di dalam sel, antibodi untuk melawan infeksi, hingga hormon yang mengirimkan pesan antarbagi tubuh.

Protein tersusun dari bagian-bagian lebih kecil yang disebut asam amino. Terdapat 20 jenis asam amino yang digunakan tubuh, sembilan di antaranya merupakan asam amino esensial karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dan harus diperoleh melalui makanan.

Protein Penting untuk Pertumbuhan dan Pemulihan

Protein di dalam tubuh terus mengalami perbaikan dan penggantian. Karena itu, tubuh perlu mendapatkan asupan protein secara rutin agar dapat menjalankan berbagai fungsinya dengan baik.

Kebutuhan protein menjadi semakin penting ketika tubuh sedang mengalami pertumbuhan atau membutuhkan kerja ekstra. Kondisi tersebut antara lain terjadi pada masa kanak-kanak, remaja, kehamilan, dan menyusui.

Protein juga berfungsi membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Protein dalam darah membantu mempertahankan jumlah air yang cukup di dalam pembuluh darah.

Selain itu, protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Fungsi ini menjadi sangat penting ketika seseorang sedang tumbuh, sakit, mengalami cedera, maupun menjalani proses pemulihan.

Protein juga berperan dalam proses pembekuan darah. Ketika terjadi luka, serat protein membantu membentuk sumbatan untuk menghentikan perdarahan.

Berbagai sistem tubuh juga membutuhkan protein agar dapat berfungsi dengan baik. Hemoglobin, misalnya, merupakan protein penting dalam darah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sementara insulin, hormon yang membantu mengatur kadar gula darah, juga merupakan jenis protein.

Baca Juga

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Penting Dilakukan

Kamis, 10 Sep 2026 | 08:54 WIB

Diagnosis Kanker Mengubah Cara Perempuan Ini Memahami Tubuhnya

Kamis, 10 Sep 2026 | 08:19 WIB

Selain fungsi tersebut, konsumsi protein dalam jumlah yang sesuai dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga berpotensi mendukung pengelolaan berat badan. Protein juga membantu proses pemulihan otot setelah berolahraga.

Kekurangan Protein Bisa Berdampak Serius

Meski banyak orang mendapatkan protein dalam jumlah cukup, kekurangan protein masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah dunia. Diperkirakan sekitar satu miliar orang mengalami kekurangan protein dalam pola makan mereka.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Pada kondisi kekurangan protein yang berat, anak-anak dapat mengalami kwashiorkor, yaitu salah satu bentuk malnutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan ditandai dengan perut membuncit.

Gejala lainnya dapat berupa rambut rontok, kulit kering dan mengelupas, mudah marah, serta kelelahan. Sementara itu, orang lanjut usia juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Mereka cenderung lebih berisiko tidak memenuhi kebutuhan protein yang direkomendasikan.

Kekurangan protein pada lansia dapat meningkatkan risiko frailty atau kondisi tubuh yang menjadi lemah, gerakan melambat, mudah lelah, serta mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko sakit maupun cedera.

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan?

Dilansir dari  laman WebMd, kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda. Faktor seperti usia, berat badan dan kondisi tubuh dapat memengaruhi kebutuhan tersebut.

Orang yang sedang hamil atau menyusui membutuhkan lebih banyak protein. Demikian pula orang yang sedang sakit, mengalami cedera atau menjalani pemulihan setelah operasi. Atlet juga dapat membutuhkan asupan protein tambahan, tergantung aktivitas dan kebutuhan tubuhnya.

Menurut rekomendasi National Academy of Medicine, orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Sebagai gambaran, orang dewasa dengan berat badan sekitar 150 pon atau 68 kilogram membutuhkan sekitar 54 gram protein per hari berdasarkan rekomendasi tersebut.

Kebutuhan protein pada bayi dan anak-anak relatif lebih tinggi jika dihitung berdasarkan berat badan. Rekomendasinya berkisar antara sekitar 1,2 gram per kilogram berat badan pada bayi hingga 0,85 gram per kilogram pada remaja.

Dengan demikian, kebutuhan protein tidak dapat disamakan untuk semua orang. Yang terpenting adalah memastikan pola dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, baik hewani maupun nabati. Dengan pola makan yang beragam dan seimbang, kebutuhan protein tubuh pada makan sehari-hari menyediakan protein yang cukup sesuai usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas.

Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, baik hewani maupun nabati. Dengan pola makan yang beragam dan seimbang, kebutuhan protein tubuh pada umumnya dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada satu jenis makanan saja.

Tags: HealthProtein Harian

Berita Lainnya

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Penting Dilakukan

Kamis, 10 Sep 2026 | 08:54 WIB

Diagnosis Kanker Mengubah Cara Perempuan Ini Memahami Tubuhnya

Kamis, 10 Sep 2026 | 08:19 WIB

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Meninggal, dari Wasiat hingga Urusan Pemakaman

Kamis, 10 Sep 2026 | 06:37 WIB

Mengapa Bar di Singapura Impor 900 Kg Es dari Jepang Setiap Tahun?

Kamis, 10 Sep 2026 | 06:00 WIB
Selanjutnya

Diagnosis Kanker Mengubah Cara Perempuan Ini Memahami Tubuhnya

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara