SOLSEL, KLIKPOSITIF — Antrian Kendaraan yang akan mengisi Bahan bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Solok Selatan ini kembali mengakibatkan kemacetan pada ruas jalan Nasional Padang-Kerinci.
Pemilik SPBU tersebut Muhammad Iqbal Chissa mengatakan, antrian tersebut disebabkan pemakaian BBM produk Pertamina yakni Bio Solar dan Pertalite masih menjadi primadona bagi pengendara.
“Antrian ini karena Pemakaian Bio Solar dan Pertalite masih menjadi primadona pengendara sehingga mereka rela antri untuk mendapatkan BBM jenis ini,” kata Muhammad Iqbal Chissa.
Sebenarnya, imbuh Iqbal, pihaknya hampir setiap hari melakukan himbauan ke pengendara agar menggunakan produk Pertamina lain seperti Dexlite dan Pertamax agar tidak terjadi kemacetan tersebut.
“Mungkin karena selisih harga yang cukup tinggi antara Bio Solar dan Pertalite dengan Dexlite dan Pertamax membuat masyarakat sulit untuk menggunakan BBM seperti Dexlite dan Pertamax ini, dan kita tidak bisa memaksa mereka untuk beralih kecuali sesuai jenis kendaraan yang ditetapkan oleh Pertamina,”katanya.
Iqbal menambahkan untuk kuota BBM di Solok Selatan secara umum oleh pemerintah sudah diajukan penambahan kuota.
“Kalau kuota BBM sudah diajukan penambahan oleh Bapak Bupati Pak Khairunas dua tahun lalu, jadi kuota BBM tidak ada persoalan, antrian ini karena masyarakat lebih memilih BBM yang lebih murah,” katanya.
Joni Salah seorang pengendara yang akan mengisi Bio solar mengatakan, pihaknya antri di SPBU ini karena hanya di SPBU ini dia bisa mendapatkan BBM jenis Bio Solar tersebut.
“Sebenarnya banyak SPBU sebelum sampai ke Padang, tetapi kemungkinan mendapatkan Bio solar tidak ada, karena sesampai di sana sudah habis, sehingga kami lebih memilih antri disini sejak Subuh dibandingkan melanjutkan perjalanan,” katanya.
Menurutnya antrian BBM ini tidak hanya di Solok Selatan tetapi hampir disetiap SPBU yang dijumpainya.
“Selisih harga antara Bio solar dan Dexlite hampir dua kali lipat, itu yang membuat sulit beralih, karena menyesuaikan kemampuan keuangan yang ada,” katanya.
Sementara itu Kasat samapta polres Solok Selatan AKP Doni Rinaldi dilokasi kemacetan mengatakan pihaknya menurunkan delapan personil dan melakukan buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan.
“Antrian kendaraan sudah mengisi separuh badan jalan, kalau tidak dilakukan Buka tutup akan membuat kemacetan semakin parah, karena jalan yang bisa dilewati kendaraan tinggal separuh sehingga kendaraan tidak bisa berpapasan,” kata Doni Rinaldi.







