KLIKPOSITIF – Puluhan ahli falak dan astronomi Indonesia berkumpul di Bukittinggi, Sumatera Barat untuk melakukan Sinkronisasi Hisab Taqwim Standar Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun bank data terkait keadaan hilal awal bulan Kamariah, membuat keputusan awal bulan Kamariah, serta gerhana pada 2024 nanti,” kata Direktur Urais dan Binsyar Kemenag, Adib.
Kesepakatan nasional dalam penentuan awal bulan Kamariah ini penting karena terkait dengan pelaksanaan ibadah bagi umat muslim.
Utamanya, dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Terbaru, rencananya Kemenag akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah pada 29 Juni mendatang.
Tercatat ada sebanyak 50 orang ikut dalam kegiatan yang diinisiasi Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag).
Direktur Urais dan Binsyar Adib mengapresiasi kiprah para ahli falak Indonesia.
Mereka, menurut Adib, tekun dan teliti dalam melakukan kajian dan perhitungan guna mamberikan panduan bagi umat muslim di nusantara.
29 metode hisab di Indonesia
Ia menambahkam, setidaknya ada 29 metode hisab yang pakai di Indonesia, dan semua bermuara pada kesepakatan nasional.
“Semoga pada sidang isbat tersebut nantinya kita sebagai manusia yang dberikan kelebihan ilmu oleh Allah SWT, bidang hisab rukyat dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat,” jelasnya.
Terlebih lagi, Adib menerangkan bahwa kondisi hilal dan sudut elongasi pada sidang isbat awal Zulhijah 1443 H nanti berpotensi menimbulkan perbedaan dalam penetapan awal bulan Zulhijah.
Cita-cita mempunyai kalender hijriah yang satu
Ia berharap para ahli falak dapat menerangkan kepada masyarakat agar dapat menyikapi secara moderat bila terjadi perbedaan.
βPatut menjadi bahan perenungan bersama bahwa cita-cita kita mempunyai kalender hijriah yang satu akan dapat terwujud bilamana kita dapat berkolaborasi serta berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa perbedaan adalah hal yang biasa namun bersatu merupakan hal yang luar biasa,” ujar Adib.
Hadir sebagai narasumber para pakar astronomi dan falak seperti Thomas Jamaluddin, Susuknan Azhari, Gusrizal Gazahar, Basthoni, Kiyai Maβrufin Sudibyo, dan Cecep Nurwendaya.
Turut hadir Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumbar yakni Kabid Urais Binsyar Edison dan Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi.






