KLIKPOSITIF — Koreografer Ditta Putri menghadirkan karya tari Adwaya Sakti dalam rangkaian Festival Ganggam Tari Kontemporer #4 Tahun 2026. Koreografi berdurasi sekitar 25 menit itu mengangkat realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat kontemporer.
Adwaya Sakti menjadi karya kedua yang ditampilkan dalam rangkaian pertunjukan festival yang mengusung tema “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh”.
Karya tersebut dibawakan Ditta Putri bersama Maharani Laia, Febrian Ahob, Ramadhani Al Ihsan, dan Hafizh Arrasyid.
Dalam pertunjukannya, para penari menampilkan sejumlah perilaku dan karakter yang menggambarkan persoalan identitas gender. Pergantian representasi laki-laki dan perempuan serta kehadiran karakter yang merepresentasikan keduanya menjadi bagian dari eksplorasi koreografi yang ditampilkan Ditta.
Selain mengandalkan gerak tubuh, Adwaya Sakti juga menggunakan elemen verbal. Para penari menyampaikan sejumlah kalimat melalui monolog maupun dialog selama pertunjukan berlangsung.
Penggunaan kata-kata tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan Adwaya Sakti dengan sejumlah pendekatan koreografi yang menempatkan tubuh sebagai medium utama penyampaian pesan.
Ditta memadukan gerak, ucapan, dan dentuman musik untuk membangun suasana sekaligus memperkuat dramaturgi pertunjukan. Pendekatan tersebut membuat karya tidak hanya bertumpu pada bahasa tubuh, tetapi juga membuka ruang bagi unsur teater dan musik dalam penyampaian gagasan.
Pilihan tersebut juga memperlihatkan eksplorasi lintas disiplin dalam karya tari kontemporer. Penggunaan dialog dan monolog menjadi bagian dari strategi artistik Ditta untuk memperluas medium penyampaian pesan dalam koreografi.
Festival Ganggam Tari Kontemporer #4 sebelumnya telah dibuka di Taman Budaya Sumatera Barat dengan menghadirkan sejumlah karya koreografer muda. Festival tahun ini mengusung tema “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh” sebagai ruang bagi para koreografer untuk membaca kembali berbagai persoalan tradisi maupun realitas sosial melalui bahasa tari.
Sebelumnya, koreografer Reza Maulidi Akhbar menghadirkan Radat, karya yang berangkat dari hasil riset terhadap seni ilau atau bailau masyarakat Nagari Sumani, Kabupaten Solok.
Berbeda dengan Radat yang lebih menekankan gerak tubuh tanpa penggunaan kata-kata verbal, Adwaya Sakti justru memadukan gerak dengan ucapan, musik, dan unsur teatrikal dalam mengangkat persoalan sosial kontemporer.
Perbedaan pendekatan tersebut memperlihatkan beragam tafsir koreografer muda dalam menerjemahkan tema Festival Ganggam Tari Kontemporer #4 ke dalam karya masing-masing.







