PESSEL, KLIKPOSITIF- Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat Rusma Yul Anwar memerintahkan Inspektorat segera menelusuri dan memeriksa terkait video perkelahian diduga karyawan PDAM Tirta Langkisau yang tersebar luas di media sosial.
Bupati Rusma Yul Anwar mengaku, sudah mengetahui hasil video tersebut. Dalam video tersebut, ia meminta Inspektorat juga memeriksa oknum-oknum yang terlibat. Sebab, hal itu dinilai tidak mencerminkan contoh yang baik.
“Ya, terutama bagi oknum-oknum yang terlibat baku hantam seperti yang tampak dalam video,” saat dikonfirmasi terkait video perkelahian karyawan PDAM yang diduga terjadi di Kantor PDAM Tirta Langkisau.
Seperti diketahui, video yang diduga terjadi di Kantor PDAM Tirta Langkisau tersebar di media sosial pada Jumat 19 November. Dalam video yang berdurasi 2 menit 12 detik terlihat ada perkelahian antar oknum dengan memakai seragam PDAM.
Selain perkelahian, di sebuah ruangan lainnya terdengar tangis sejumlah karyawan perempuan. Aksi perkelahian juga mengakibatkan sejumlah kursi dan meja kantor rusak.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt). Direktur PDAM Tirta Langkisau, Hellen membenarkan aksi perkelahian antar oknum yang memakai seragam PDAM itu merupakan karyawan PDAM Tirta Langkisau.
Ia menyampaikan, peristiwa itu bermula saat pembahasan dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perseroan tahun 2022. Itu dilakukan Senin 15 November 2021.
Penyusunan RKA turut dihadiri Direktur terpilih, Herman Budiarto. Ia terpilih berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Calon Direktur PDAM Nomor : 20/Pansel-PDAM Tirta Langkisau/2021, Tanggal 5 Oktober 2021.
“Akan tetapi, sejumlah karyawan tiba-tiba saja menolak kehadiran direktur terpilih, tanpa diketahui alasannya secara jelas,” terang Hellen.
Menurutnya, kehadiran Herman Budiarto dalam penyusunan RKA adalah sesuatu yang harus dilakukan, sekaligus mengingat persiapan masa transisi dari Plt. Direktur kepada direktur definitif.
Namun, setelah mengetahui dirinya tidak diterima, Herman Budiarto meninggalkan ruangan rapat. Sementara, Hellen mengaku dirinya tetap berada di ruangan rapat.
“Bahkan, ruangan kerja direktur terpilih (Herman Budiarto) disegel,” tutup Hellen.







