Rabu, 09 Sep 2026 - 15:30 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Harga Bawang Merah Anjlok, Johan Desak Pemerintah Lakukan Terobosan

Saya minta pemerintah segera turun tangan membantu petani dan meringankan beban mereka sebab mereka telah mengeluarkan biaya yang besar untuk keperluan bibit, pupuk, pestisida dan biaya lainnya namun Ketika panen dihadapkan pada persoalan anjloknya harga bawang merah

redaksi
Sabtu, 20 Nov 2021 | 17:31 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan merasa prihatin dengan anjoknya harga bawang merah di tingkat petani. Dimana, biasanya seharga Rp15.000 per kg turun drastis menjadi Rp5.000 per kg.

Menurutnya pemerintah mesti merespon masalah ini karena telah merugikan petani terutama para petani di Bima NTB.

Baca Juga

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB

Ekonom Unand Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka Tak Cukup untuk Menggambarkan Kondisi Pasar Kerja

Rabu, 19 Agu 2026 | 15:31 WIB

Politisi PKS ini mendesak pemerintah pemerintah segera membuat terobosan dan mencari solusi demi membantu petani supaya tidak mengalami kerugian. Pemerintah harus memperhatikan nasib petani karena bawang merah merupakan komoditi unggulan khususnya di Bima NTB, yang hal ini merupakan sumber utama penghidupan keluarga petani.

“Saya minta pemerintah segera turun tangan membantu petani dan meringankan beban mereka sebab mereka telah mengeluarkan biaya yang besar untuk keperluan bibit, pupuk, pestisida dan biaya lainnya namun Ketika panen dihadapkan pada persoalan anjloknya harga bawang merah,” ujar Johan dalam siaran persnya, Sabtu (20/11/2021).

Wakil rakyat dari dapil NTB I ini mendorong agar pemerintah memiliki keberpihakan kepada petani dan menghentikan impor bawang merah karena jelas-jelas merugikan kepentingan petani. “Saya mengecam keras kebijakan impor bawang merah dan berharap pemerintah mampu meningkatkan harga bawang merah dari petani kita menjadi lebih kompetitif di pasaran agar kesejahteraan petani bisa meningkat,” ucapnya.

Johan menilai selama ini belum ada terobosan dari pemerintah agar petani tidak semakin merugi dan terpuruk. “Anjloknya harga yang jauh di bawah ongkos produksi harusnya disikapi pemerintah melalui intervensi pasar agar fluktuasi harga bisa terkendali dan harga jual di tingkat petani menjadi lebih baik,” ujarnya.

Legislator Senayan ini juga mendorong pemerintah memiliki komitmen untuk pemberdayaan kekuatan petani terutama pembinaan petani di daerah sentra bawang merah, sekarang saatnya kita berbenah dan memberi perhatian lebih kepada petani dan selalu memonitor permasalahan petani di lapangan,” cetus Johan seraya mengingatkan bahwa tulang punggung ketahanan pangan nasional adalah para petani.

Johan mengingatkan bahwa harga komoditas bawang merah yang sering anjlok terutama saat panen maka diperlukan cara atau strategi mengatasi hal tersebut seperti pemerintah mesti mendorong agroindustri untuk memperpanjang umur simpan, dan membuat produk olahan sebagai bumbu atau olahan lainnya. “Saya minta pemerintah meningkatkan nilai tambah dan daya saing bawang merah lokal melalui hilirisasi produk pertanian,” tutup Johan Rosihan.

Tags: Ekonomiharga bawangNasional

Berita Lainnya

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB

Ekonom Unand Sebut Tingkat Pengangguran Terbuka Tak Cukup untuk Menggambarkan Kondisi Pasar Kerja

Rabu, 19 Agu 2026 | 15:31 WIB

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Ekonom Unand Sebut Tekanan PHK Tetap Perlu Diwaspadai

Jumat, 14 Agu 2026 | 17:28 WIB
Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Pengamat Sebut Sinyal Positif Pasar Kerja Tetap Perlu Dicermati

Jumat, 14 Agu 2026 | 07:16 WIB
Selanjutnya
Italiano

Fiorentina Tengah Hadapi Masalah Pertahanan Saat Hadapi AC Milan

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara