Rabu, 09 Sep 2026 - 17:07 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Jadi Presidensi G20, Cara Kerja Indonesia Menghadapi Tantangan Covid-19 Akan Jadi Perhatian Dunia

Dalam konteks tersebut, Indonesia kemudian dipercaya menjadi co-chair task force untuk ketahanan kesehatan dunia bersama dengan Italia. Indonesia diberi mandat oleh negara-negara G20 untuk mendesain global preparedness for pandemic.

redaksi
Rabu, 3 Nov 2021 | 11:42 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Indonesia secara resmi telah menerima penyerahan tongkat estafet Presidensi G20 dari Italia. Selama memegang Presidensi, Indonesia akan memiliki andil dalam menentukan keputusan global sebagai solusi nyata atas permasalahan dunia. Cara kerja Indonesia menghadapi tantangan seperti pandemi Covid-19 akan menjadi perhatian di mata dunia, salah satunya adalah kemampuan untuk mendorong topik kesetaraan akses vaksin Covid-19 bagi negara-negara berkembang.

“Dalam konteks Indonesia menjadi Presidensi 2022, banyak agenda-agenda yang memang akan kita bisa dorong untuk menunjukkan kepentingan negara berkembang dan Indonesia termasuk di dalamnya. Bagaimana negara-negara G20 menggalang kekuatan bersama, pengertian yang sama untuk kita bersama-sama menyelesaikan pandemi, memastikan distribusi vaksin juga terjaga, bukan hanya untuk negara maju, tetapi juga untuk negara berkembang, termasuk negara miskin,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam wawancaranya bersama Berita Satu, Selasa (02/11).

Kepala BKF menegaskan bahwa keadilan kesehatan, termasuk kesetaraan akses vaksin, khususnya bagi negara miskin dan berkembang, merupakan hal yang penting sekali.

Baca Juga

Lima Buah yang Jarang Dikonsumsi Banyak Orang

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:00 WIB

Anda Suka Konsumsi Apel? Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Selasa, 8 Sep 2026 | 07:29 WIB

“Vaksinasi di negara maju sudah berlimpah. Mayoritas sudah di atas 70 persen, bahkan supply vaksinnya itu pun berlebih. Sementara, negara berkembang dan negara miskin terutama, seperti di Afrika, itu tidak sampai 10 persen yang sudah tervaksinasi. Ketika kita mau recover together, itu nggak bisa hanya beberapa negara saja yang lepas dari pandemi. Semua negara harus lepas dari pandemi,” ujar Kepala BKF.

Dalam konteks tersebut, Indonesia kemudian dipercaya menjadi co-chair task force untuk ketahanan kesehatan dunia bersama dengan Italia. Indonesia diberi mandat oleh negara-negara G20 untuk mendesain global preparedness for pandemic.

“Nanti kalau kita ada pandemi lagi, dunianya tidak kaget. Kerjasama antar negara itu jadi sudah jelas. Siapa yang produksi vaksin? Siapa yang sistem kesehatannya harus diperkuat? Inilah yang ingin kita lihat di G20 dan ini peran sentral dari Indonesia sebagai leadership di G20 2022 akan sangat teruji dan kita ingin memberikan yang terbaik,” kata Kepala BKF.

Kepala BKF menjelaskan Indonesia telah berhasil mengelola pandemi Covid-19, khususnya varian Delta dalam kurun waktu dua bulan. Pemerintah akan terus mendorong program vaksinasi yang merata di seluruh Indonesia.

“Indonesia memang sudah relatif agak maju dibandingkan dengan banyak negara lain. Akan tetapi, vaksinasi kita itu baru di sekitar 30-an persen. Kita akan bisa mencapai vaksinasi sekitar 70-an persen sekitar awal tahun 2022. Ini pun kita sudah termasuk vaksinasi yang paling cepat di seluruh dunia. Kita sekarang berada di sekitar 1,5 juta sampai 2 juta vaksinasi per hari. Tidak ada negara yang sebesar Indonesia yang bisa melakukan vaksinasi secepat itu,” ujar Kepala BKF.

Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam Presidensi G20 karena Indonesia adalah negara emerging yang pertumbuhan ekonominya sangat kuat. Momen ini akan dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong dan memperkuat upaya pemulihan ekonomi global secara inklusif, kuat, dan berkelanjutan.

Tags: coronacovid-19G20kesehatanNasional

Berita Lainnya

Lima Buah yang Jarang Dikonsumsi Banyak Orang

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:00 WIB

Anda Suka Konsumsi Apel? Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Selasa, 8 Sep 2026 | 07:29 WIB

Ternyata Ini Manfaat Tak Terduga Mangga untuk Kecantikan Kulitโถ

Senin, 7 Sep 2026 | 08:50 WIB

Soda Bisa Sembuhkan Impotensi? Dokter Klinik Utama Pandawa Jelaskan Faktanya

Jumat, 28 Agu 2026 | 18:12 WIB
Selanjutnya
RSIA Rizki Bunda Lubuk Basung meresmikan Klinik Fertilitas Indonesia.

Program Inseminasi Buatan Kini Hadir di RSIA Rizki Bunda Lubuk Basung

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara