Rabu, 09 Sep 2026 - 08:52 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Empat Tahun Terakhir, Tujuh Ribu Hektare Lebih Lahan di Sumbar Terbakar

Sipongi merupakan salah satu rujukan Dinas Kehutanan Sumatera Barat untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

redaksi
Kamis, 19 Sep 2019 | 13:27 WIB
()

()

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Dari pantauan laman Sipongi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam empat tahun terakhir sudah ada lebih 7.588 hektare (ha) lahan di Sumbar terbakar.

Sipongi merupakan salah satu rujukan Dinas Kehutanan Sumatera Barat untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hasil rekapitulasi luas kebakaran hutan dan lahan periode 2016-2019 di provinsi itu, grafiknya fluktuatif. Pada 2016 ada 2.629,82 ha lahan dan hutan yang terbakar di Sumbar.

Kemudian menurun pada 2016 menjadi 2.227,43 ha, selanjutnya pada 2018 perlahan-lahan kembali meningkat 2.421,90 ha. Namun luasannya makin mengecil pada 2019 menjadi 309,00 ha. Begitu juga pada 2014 dengan luasan yang tersebar ialah 120,50 ha, akan tetapi tiba-tiba saja meningkat pada 2015 sebanyak 3.940,14 ha.

Jika melihat jumlah titik panas di seluruh wilayah Indonesia, Sipongi mencatat sepanjang tahun 2019 sudah lebih dari 328.722,00 ha lahan dan hutan terbakar. Jumlah titik panas di Indonesia dipantau dengan menggunakan satelit Terra/Aqua (Lapan) memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Sedangkan, lima daerah yang mengalami kebakaran terluas di Indonesia adalah Nusa Tenggara Timur dengan luas lahan 108.368,00 ha, disusul Riau dengan luas 49.266,00 ha, selanjutnya peringkat ketiga ditempati Kalimantan Tengah dengan luas 44.769,00 ha, setelah itu bertengger Kalimantan Barat dengan luas 25.900,00 ha dan disusul Kalimantan Selatan dengan luas 19.490,00 ha.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi menuturkan, pihaknya melakukan pemantaun titik api dengan menggunakan Sipongi. Itu merupakan sebuah aplikasi pendeteksi dini kebakaran hutan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinas Kehutanan Sumbar.

“Kami tetap mengimbau masyarakat mewaspadai titik api kebakaran hutan dan lahan. Terutama di kawasan yang selama ini rentan kebakaran,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan Pasaman iti.

Baca Juga

Lahan Terbakar: Api Merembet ke Rumah di Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Jumat (24/7/2026)

Lahan Terbakar Merembet ke Rumah di Dadok Tunggul Hitam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Jumat, 24 Jul 2026 | 20:11 WIB
Petugas saat berhasil menyisir api, Jumat (12/6/2026), malam

Kebakaran Lahan di Lunang Nyaris Merambat ke Rumah Warga, Damkar Pessel Bergerak Cepat Padamkan Api

Jumat, 12 Jun 2026 | 22:08 WIB

Selain pendeteksi dini kebakaran, sambung Yozarwardi pihaknya juga memiliki Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Namanya brigade (pasukan pemadam api) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Dengan begitu, jika terjadi kebakaran, unit tersebut langsung bergerak untuk melakukan pemahaman dan cepat memberi laporan.

“Mereka sangat membantu pemerintah jika tiba-tiba kebakaran terjadi,” beber Yozarwardi.

Terkait daerah rawan karhutla, Seksi Karhutla Dinas Kehutanan Sumbar, Dudi Badrudin membeberkan, berdasarkan pengalaman Dinas Kehutanan yang paling sering terjadi kebakaran yaitu, di Pesisir Selatan (Lunang Silaut dan Tapan), Pasaman Timur (Panti dan Raomapat Tunggal), Dharmasraya (Pimpeh), Limapuluh Kota (Kapur Sembilan).

“Kebetulan ini musim kemarau, harapan kita janganlah masyarakat membekar lahan dengan cara membakar. Karena dengan bakar yang kering meskipun sedikit saja otomatis api sudah merembet,” tukas Dudi.

Untuk diketahui, untuk mengendalikan Karhutla, tahun ini Dishut Sumbar memperbanyak peralatan pemadam kebakaran. Tak tanggung-tanggung Dishub menggelontorkan Rp1,9 miliar untuk membeli alat pemadam kebakaran. (*)

Tags: KarhutlaKebakaran Lahan

Berita Lainnya

Lahan Terbakar: Api Merembet ke Rumah di Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Jumat (24/7/2026)

Lahan Terbakar Merembet ke Rumah di Dadok Tunggul Hitam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Jumat, 24 Jul 2026 | 20:11 WIB
Petugas saat berhasil menyisir api, Jumat (12/6/2026), malam

Kebakaran Lahan di Lunang Nyaris Merambat ke Rumah Warga, Damkar Pessel Bergerak Cepat Padamkan Api

Jumat, 12 Jun 2026 | 22:08 WIB

Tim Kemenko Polhukam Tinjau Lokasi Karhutla di Kabupaten Solok

Kamis, 21 Agu 2025 | 18:16 WIB

Tips Menjaga Kesehatan saat Kualitas Udara Buruk Akibat Karhutla

Selasa, 29 Jul 2025 | 12:18 WIB
Selanjutnya
()

Ingin Cepat Punya Anak, Ini Macam-Macam Program Hamil

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara