Senin, 22 Jun 2026 - 07:54 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Culture

Wajib Tahu! Ini Empat Tahapan dalam Acara Pernikahan di Solok

Tahapan-tahapan yang dilakukan ini juga sudah ada ketentuan adatnya

redaksi
Rabu, 11 Sep 2019 | 10:20 WIB
Prosesi maarak anak daro dan marapulai dalam acara pernikahan di Kabupaten Solok.

Prosesi maarak anak daro dan marapulai dalam acara pernikahan di Kabupaten Solok. (istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF — Pernikahan adalah momen sakral bagi seseorang. Ada istilah yang menyebut “dengan menikah, rezeki kita akan bertambah”. Istilah tersebut memang perlu disematkan kepada para kedua mempelai, karena tak hanya butuh biaya, tapi juga ada prosesi yang harus dijalankan.

Salah satu contoh di Solok. Kota dan Kabupaten yang berada di sebelah timur Kota Padang ini dikenal sebagai daerah yang sangat kental dengan adat istiadatnya, terutama dalam adat pernikahan. Sebelum helatan digelar, biasanya ada empat tahapan yang harus dilalui oleh si empunya hajatan. Apa saja ya?

1. Biliak ketek (bilik kecil)
Istilah ‘Babiliak Ketek’ ini dilakukan jika sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak, antara orang tua mempelai wanita dan pria. Setelah dapat kesepakatan, barulah dilakukan mufakat di tempat orang tua mempelai laki-laki bersama dengan niniek mamak dan sumando.

Setelah itu, sumando laki-laki di pihak mempelai pria datang ke mempelai perempuan menyampaikan hasil mufakat dengan membawa sirih dan carano beserta isinya. Namun, disini belum didapatkan kata ‘jadi’. Sumando dari pihak perempuan mengarang janji hingga 3 hari untuk menginformasikan kepada ninik mamak mereka pula.

2. Manduduak mamak
Acara manduduak mamak ini digelar di rumah mempelai perempuan yang dihadiri mamak dan keluarga besar.
Besoknya, urang sumando pergi ke rumah mempelai laki-laki untuk membahas perhitungan yang dilakukan tiga hari lalu sekaligus membawa berita baik.

Baca Juga

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, NU Kabupaten Solok Gelar Lailatul Ijtima’

Sabtu, 20 Jun 2026 | 08:36 WIB

Gebyar Muharam di Kabupaten Solok, Mubalig dan Mubaligah Sumbar Dorong Lahirnya Perda Pekat

Senin, 15 Jun 2026 | 11:35 WIB

Bukti yang diterima yaitu carano dikembalikan tanpa siriah. Selain itu, urang sumando juga menyampaikan bahwa urang sumando dari mempelai laki-laki juga turut diundang datang ke rumah pihak perempuan pada hari yang ditentukan sekaligus mambaok tando (cincin).

3. Balatak tando
Malam balatak tando ini jika diartikan ke dalam bahasa sekarang hampir sama dengan bertunangan. Dimana, pada malam balatak tando ini, kedua pihak mempelai dan keluarga besar mengarang janji dan menentukan kapan acara pernikahan akan dilaksanakan.

Pada malam ini juga ditentukan apakah acara yang dilaksanakan mengundang banyak orang atau hanya mengundang masyarakat sekitar. Dari pihak bako juga ikut berunding apakah acara maagiah nasi akan dilaksanakan di rumah bako atau di rumah mempelai wanita.

4. Baralek gadang
Barulah ada acara Baralek Gadang. Ini adalah puncak dari semua prosesi adat pernikahan di Solok dan biasanya dilakukan selama tiga hari. Hari pertama acara ini dimeriahkan dengan musik, tari-tarian serta talempong pacik untuk menghibur orang yang banyak.

Setelah itu, hari keduanya, pihak laki-laki datang ke rumah pihak perempuan beserta urang sumando dan niniek mamak guna melakukan prosesi yang dinamakan mamulangkan tando dan mengantarkan mempelai laki-laki. Kemudian, di hari ketiga barulah ada tradisi anak manjalang mande kanduang setelah resmi menikah.

[Maidatika Dewi]

Tags: AdatBudayaKabupaten SolokPernikahan

Berita Lainnya

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, NU Kabupaten Solok Gelar Lailatul Ijtima’

Sabtu, 20 Jun 2026 | 08:36 WIB

Gebyar Muharam di Kabupaten Solok, Mubalig dan Mubaligah Sumbar Dorong Lahirnya Perda Pekat

Senin, 15 Jun 2026 | 11:35 WIB

Kabupaten Solok Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, 9 Kali Berturut-turut

Jumat, 29 Mei 2026 | 23:35 WIB

Akurasi Data Kunci Bansos Tetap Sasaran

Jumat, 8 Mei 2026 | 22:11 WIB
Selanjutnya
ilustrasi

Begini Cara Mengganti Nama AirDrop di macOS dan iOS

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara