PADANGPANJANG, KLIKPOSITIF —Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Nurul Ikhlas salah satu Pusat Pendidikan Islam di Sumbar. Meski merupakan sekolah islam, Ponpes Nurul Ikhlas juga memiliki deretan prestasi Bahasa Jepang.
Memiliki ribuan santri dari sabang sampai meroke merupakan salah satu bukti adanya kualitas pendidikan menjanjikan. Segudang prestasi diraih para santri di berbagai bidang kejuaraan.
Di lingkungan pondok pesantren ini terlihat sejumlah santri tampak santai dan ceria mengikuti program pembelajaran yang diterapkan yayasan pendidikan di bawah pembinaan mantan Gubernur Sumbar periode 1977-1987, Azwar Anas.
Belasan santri SMA Excellent Putra, terlihat seperti peserta didik di sekolah Jepang. Tidak hanya melihat buku serta catatan bersimbol Kanji, aktivitas belajar juga terdengar jelas berdialek Bahasa Jepang di bawah pandampingan seorang wanita berhijab berdiri di depan kelas belajar tersebut.
Iwakura Shiina, wanita Jepang yang ditugaskan Japan Foundation memberikan materi pembelajaran bahasa “Matahari Terbit” itu di SMP dan SMA Excellent PPMNI sejak 6 bulan belakangan. Bersama ustad Deswitsal Widi dan ustazah Vina Amelia, kelas program Bahasa Jepang telah menjadi salah satu unggulan Nurul Ikhlas dengan sederetan prestasi.
Selain meraih sederetan prestasi membanggakan, PPMNI pada program bahasa juga berkesempatan mengirimkan salah seorang tenaga pendidik ke Jepang yang dibiayai Japan Foundation.
Ustazah Vina Amelia terpilih setelah diseleksi, menjalani workshop tentang sistem pengajaran khusus bahasa Jepang selama dua pekan.
Tidak hanya di tingkat SLTA, kelas SMP Excellent PPMNI juga tercatat banyak meraih prestasi pada program bahasa. Di antaranya Lukman Hakim dan Muhammad Diki bersama Ilham Pauza Billa, baru-baru ini mampu mengalahkan peserta lomba cerdas cermat berbahasa Jepang tingkat SMA se Sumbar yang diselenggarakan salah satu perguruan tinggi di Padang.
Hakim dan Diki mengaku bangga bisa memenangkan lomba tersebut meski hanya mampu berada di peringkat ke dua. Sebagai satu-satunya tim yang masih duduk di SMP, mampu bersaing dengan level pendidikan SLTA pada lomba terkait bunpo (tata bahasa), bunka (kebudayaan), sundoku (hitungan), kotoba (kosakata) dan disatsu (ungkapan).
“Bahasa Jepang mengasyikkan untuk dipelajari karena pelafasannya lebih mudah dari pada belajar Bahasa Inggris. Selain itu kami merasa ada kebanggaan ketika bisa berkomunikasi unformal bersama teman sekamar dalam Bahasa Jepang,” ucap Diki diamini Hakim.
Selain prestasi dan program pendidikan di atas, PPMNI juga salah sekolah swasta yang menyelenggarakan iven tahunan. Di antaranya uji kemampuan seleksi olimpiade sejak 6 tahun belakangan dengan skop regional Sumatera.
Sekretaris Pondok Pensantren Modern Nurul Ikhlas (PPMNI), Anggi RA Putri mengatakan program Bahasa Jepang dan Mandarin, salah satu motivasi tersendiri bagi santri. Hal ini berkaitan persiapan generasi terpelajar dalam menyongsong era 4.0 dan bonus demografi.
“Kita mengistilahkannya, Jepang merupakan bahasa tekhnologi atau industry dan Mandarin adalah bahasa ekonomi,” ungkap Anggi didampingi Waka Bidang Kesiswaan SMA Excellent PPMNI, Agusten Huri.(rj)







