AGAM, KLIKPOSITIF — Keberhasilan kelompok tani Pelita Pintar di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dalam membudidayakan bawang merah mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Kelompok tani tersebut berhasil memanen bawang merah dari bantuan bibit yang disalurkan melalui program dana Transfer ke Daerah (TKD).
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Sumatera Barat (Sumbar), Afniwirman, yang turun langsung meninjau lahan pertanian kelompok tani Pelita Pintar. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Balai Benih Induk Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syofrinaldi Nasrida Putra.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman sekaligus mengevaluasi hasil pemanfaatan bantuan bibit bawang merah yang diberikan pemerintah melalui program dana TKD. Dari hasil pengamatan di lapangan, budidaya yang dilakukan kelompok tani tersebut dinilai berhasil, baik dari sisi pertumbuhan tanaman maupun kualitas hasil panen.
Afniwirman mengatakan, kelompok tani Pelita Pintar merupakan salah satu kelompok pembudidaya bawang merah yang mendapatkan bantuan bibit sebanyak 3,3 ton atau setara dengan kebutuhan penanaman untuk lahan seluas 3,3 hektare.
Bantuan tersebut disalurkan sekitar Juli hingga awal Agustus. Setelah menerima bibit, anggota kelompok tani langsung bergerak melakukan penanaman tanpa menunda waktu. Keseriusan dan kesungguhan petani dalam mengelola bantuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan budidaya hingga memasuki masa panen.
“Alhamdulillah, kelompok ini memang betul-betul serius. Ketika diberikan bibit sekitar Juli hingga awal Agustus, mereka langsung melakukan penanaman. Sekarang hasilnya sudah bisa dipanen dan kualitas bawang merahnya cukup bagus,” kata Afniwirman saat meninjau lokasi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan budidaya bawang merah di Kabupaten Agam.
Ia menilai, hasil panen yang diperlihatkan kelompok tani Pelita Pintar memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Karena itu, Disbuntanhor Sumbar mulai melihat peluang untuk meningkatkan kapasitas kelompok tersebut, tidak hanya sebagai pembudidaya bawang merah, tetapi juga menjadi kelompok penangkar benih.
Rencana tersebut dinilai strategis karena selama ini kebutuhan bibit bawang merah di Sumbar masih banyak bergantung pada pasokan dari kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Padahal, kondisi geografis dan karakteristik wilayah Sumbar cukup beragam sehingga pengembangan sumber benih di kawasan lain menjadi kebutuhan penting.
Afniwirman menjelaskan, selama ini petani yang membutuhkan bibit bawang merah umumnya harus mendatangkannya dari Alahan Panjang yang berada di kawasan dataran tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya mendorong munculnya sentra penangkaran bibit di wilayah lain.
“Kita berharap ke depan kelompok tani Pelita Pintar ini bisa kita tingkatkan menjadi kelompok penangkar bawang merah. Sebab, sampai hari ini kita masih membeli bibit bawang merah dari Alahan Panjang, sementara penangkar yang tersedia memang masih banyak berada di sana,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pengembangan penangkaran benih di Nagari Duo Koto akan menjadi salah satu langkah untuk memperluas sumber ketersediaan bibit bawang merah, khususnya bagi wilayah yang memiliki karakteristik dataran rendah.
Menurut Afniwirman, peluang pengembangan bawang merah di dataran rendah semakin terbuka. Komoditas tersebut tidak lagi hanya berkembang di kawasan dataran tinggi, tetapi mulai dibudidayakan di sejumlah daerah dengan kondisi geografis yang berbeda.
Bahkan, pengembangan bawang merah kini mulai merambah Kabupaten Pasaman. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa komoditas bawang merah memiliki peluang untuk menjadi salah satu komoditas unggulan yang dapat dikembangkan lebih luas di Sumatera Barat.
Karena itu, ia menilai kelompok tani Pelita Pintar memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu kelompok percontohan dalam pengembangan budidaya sekaligus penangkaran bibit bawang merah di kawasan dataran rendah.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Disbuntanhor Sumbar akan berupaya memfasilitasi pembinaan terhadap kelompok tani Pelita Pintar. Pembinaan itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani, mulai dari teknik budidaya, pemilihan benih, pengelolaan tanaman hingga proses menghasilkan bibit bawang merah yang berkualitas.
Dengan adanya pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan, kelompok tani Pelita Pintar diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan produksi kelompok sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menyediakan bibit bagi petani lain di wilayah sekitarnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor pertanian Sumbar, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari daerah tertentu. Apabila pengembangan penangkaran berjalan sesuai harapan, Nagari Duo Koto berpeluang menjadi salah satu kawasan penghasil bibit bawang merah di Kabupaten Agam.
Keberhasilan panen kelompok tani Pelita Pintar pun menjadi modal awal untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya. Pemerintah daerah berharap keseriusan petani dalam memanfaatkan bantuan dapat terus dipertahankan sehingga program bantuan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi sesaat, melainkan mampu menciptakan usaha tani yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas kelompok tani dan pengembangan penangkaran benih, Sumatera Barat diharapkan dapat memperluas sentra produksi bawang merah sekaligus memperkuat ketersediaan bibit berkualitas, terutama untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut di kawasan dataran rendah. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penanaman bibit bawang bersama.







