Selasa, 27 Okt 2026 - 16:38 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Huntap di Agam Ada Fasilitas Pendidikan, Markas TNI dan Hidupkan Ekonomi Baru

Andika
Selasa, 27 Okt 2026 | 14:40 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kawasan Padang Mardani di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dirancang tidak hanya sekadar lokasi hunian tetap (Huntap), atau sebagai kompleks perumahan relokasi saja pascabencana November 2025.

Pemerintah memproyeksikan tempat tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi di Kabupaten Agam. Di luar area prioritas huntap, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan alokasi lahan seluas 10 hektare yang diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Rakyat.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah daerah punya peran penting dalam penyediaan tanah atau lahan bagi korban yang terdampak bencana. Terutama bagi pembangunan hunian tetap (huntap).

“Yang mungkin perlu dibantu adalah tanah. Ini kan pemerintah daerah menyiapkan tanah. Dan perintah Presiden itu semua tanah negara, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, tanah milik desa, kemudian tanah milik BUMN, bahkan tanah swasta yang berstatus HGU,” kata Tito.

Lokasi perumahan dan fasilitas pendidikan ini juga berdiri berdampingan langsung dengan Markas Batalyon TP 897/Singgalang. Kehadiran ribuan penghuni huntap, fasilitas pendidikan modern, serta markas TNI di kawasan yang sama, diyakini akan menghidupkan iklim perekonomian lokal. Tak hanya itu, lokasi ini juga akan membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar, serta menjamin keamanan dan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat penyintas bencana.

Pembangunan huntap Padang Mardani, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk menangani warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan tanah longsor) di Kabupaten Agam.

Huntap Padang Mardani dikhususkan untuk warga dari zona rawan bencana di Kecamatan Palembayan dan Maninjau. Bencana hidrometeorologi dahsyat di kawasan itu terjadi pada November 2025. Bencana itu, yang dimulai pada 19 November, dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur secara terus-menerus selama beberapa pekan hingga awal tahun 2026.

Bencana itu tidak hanya melanda Kabupaten Agam tetapi juga sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat dan Provinsi Aceh serta Sumatera Utara (Sumut). Selain menimbulkan ratusan korban jiwa serta puluhan ribu pengungsi, bencana itu juga merusak rumah-rumah warga dan fasilitas-fasilitas umum seperti jembatan, jalan, bangunan sekolah serta gedung-gedung pemerintah.

Untuk memulihkan daerah yang dilanda bencana, Presiden Prabowo Subianto membentuk Sdatuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera pada 6 Januari 2026.

Renduk PRRP Sumatera dan Langkah Strategis

Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera) 2026–2028, juga mengatur terkait hunian pascabencana. Dimana pembangunan rumah pengganti diarahkan pada kepastian warga mendapatkan tempat yang aman, memiliki akses layanan dasar, serta bisa kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi. Langkah strategis yang diatur:

A. Hunian sementara untuk warga yang kehilangan rumah

Huntara diprioritaskan bagi pengungsi yang rumahnya rusak berat atau hanyut. Renduk juga menekankan penyiapan lahan relokasi yang clean and clear sebagai bagian dari proses menuju pemulihan permanen.

B. Huntap dibangun berdasarkan risiko bencana

Pembangunan kembali di lokasi semula (in-situ) dapat dilakukan pada zona aman dengan memperhatikan peta risiko. Rumah yang berada di zona rawan bencana tinggi dan direkomendasikan untuk relokasi perlu dipindahkan ke lokasi yang sesuai tata ruang dan mempertimbangkan keselamatan

Baca Juga

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB
Wakil Ketua Antar Hubungan Lembaga Satgas PRR Korwil Sumbar, Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan bersama Kapolres Agam, AKBP Masnoni, dan pemangku kepentingan terkait meninjau lokasi pematangan lahan hunian tetap (Huntap) di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026). (Dok: Tim Media Satgas PRR).

Sudah 427 Hunian Sementara dan 71 Hunian Tetap Selesai Dibangun di Sumbar

Senin, 26 Okt 2026 | 16:39 WIB

C. Rumah harus terintegrasi dengan layanan dasar

Pembangunan hunian perlu disertai akses air minum, sanitasi, pengelolaan sampah, drainase, jalan, serta fasilitas sosial dan ekonomi. Dengan demikian, pemulihan tidak berhenti pada berdirinya bangunan rumah.

D. Melibatkan warga dan menjamin kepastian bermukim

Renduk mendorong pelibatan masyarakat dalam perencanaan rumah dan kawasan baru agar sesuai kondisi sosial budaya. Tata kelola huntap juga harus mencakup penghunian, pengelolaan kawasan, dan serah terima aset agar warga memperoleh kepastian bermukim. (*)

Tags: Satgas PRRSatgas PRR - Kementerian Dalam Negeri

Berita Lainnya

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB
Wakil Ketua Antar Hubungan Lembaga Satgas PRR Korwil Sumbar, Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan bersama Kapolres Agam, AKBP Masnoni, dan pemangku kepentingan terkait meninjau lokasi pematangan lahan hunian tetap (Huntap) di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026). (Dok: Tim Media Satgas PRR).

Sudah 427 Hunian Sementara dan 71 Hunian Tetap Selesai Dibangun di Sumbar

Senin, 26 Okt 2026 | 16:39 WIB
Tim Monev Posko  Nasional Satgas PRR Sumatera melakukan peninjuan lapangan monev khusus pemulihan  infrastruktur di Kota Padang, Kamis 22 Oktober 2026. Foto: Tim Media Satgas PRR.

Rekomendasi Tim Monev Satgas PRR Untuk Pemulihan Infrastruktur di Padang

Minggu, 25 Okt 2026 | 17:23 WIB
Rehabilitasi SDN 04 Baringin Kota Padang mencakup pembangunan enam ruang kelas, dua ruang administrasi, penataan lingkungan sekolah serta pengadaan mebel Foto: Tim Media Satgas PRR.

Rehabilitasi SDN 04 Baringin Diarahkan jadi Sekolah Nyaman dan Aman

Minggu, 25 Okt 2026 | 17:19 WIB
Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara