KLIKPOSITIF — Depresi pada lanjut usia (lansia) masih kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, depresi merupakan masalah kesehatan mental yang dapat ditangani dan tidak seharusnya dibiarkan tanpa penanganan.
Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan mental lansia adalah kurangnya kesadaran untuk mengenali gejala depresi serta memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Survei yang dilakukan oleh GeneSight Mental Health Monitor menemukan bahwa 61 persen orang berusia 65 tahun ke atas yang khawatir mengalami depresi tidak mencari pengobatan. Sekitar sepertiga responden bahkan meyakini bahwa mereka dapat mengatasi kondisi tersebut sendiri hanya dengan berusaha mengubah suasana hati.
Sikap seperti ini dapat membuat lansia terus mengalami penderitaan yang sebenarnya berpotensi dikurangi melalui penanganan yang tepat.
Perubahan Hidup Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental
Stigma terhadap gangguan kesehatan mental masih menjadi salah satu hambatan bagi lansia untuk mencari pertolongan. Sebagian orang merasa kesulitan mengakui bahwa dirinya mengalami masalah psikologis, sementara sebagian lainnya menganggap kesedihan berkepanjangan sebagai konsekuensi yang wajar dari bertambahnya usia.
Padahal, merasa depresi bukanlah bagian normal dari proses penuaan. Perubahan kondisi kesehatan, kehilangan orang terdekat, berkurangnya interaksi sosial, dan perubahan peran dalam kehidupan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang ketika memasuki usia lanjut.
Pensiun juga dapat menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pria yang selama bertahun-tahun menjadikan pekerjaan sebagai sumber identitas, tujuan hidup, dan rasa percaya diri.
Ketika memasuki masa pensiun, hilangnya rutinitas dan peran yang selama ini dijalani dapat menimbulkan perasaan kehilangan arah. Jika tidak diatasi, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi perasaan tidak berdaya, putus asa, dan meningkatkan risiko depresi.
Meski demikian, depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dan tidak terbatas pada kelompok usia tertentu.
Mengenali Gejala dan Mencari Pertolongan
Langkah awal untuk menghadapi depresi adalah mengenali gejalanya dan tidak mengabaikan perubahan kondisi emosional maupun perilaku. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain kesedihan berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, perubahan pola tidur, berkurangnya energi, kesulitan berkonsentrasi, serta perasaan tidak berharga atau putus asa.
Apabila gejala tersebut menetap atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, lansia dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional kesehatan mental. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan kondisi yang dialami dan memilih penanganan yang sesuai.
Dukungan dari keluarga dan teman juga berperan penting. Berbicara secara terbuka dengan orang yang dipercaya dapat membantu lansia mengungkapkan perasaan, memperoleh dukungan emosional, dan menyadari kapan bantuan profesional dibutuhkan.
Penanganan depresi dapat mencakup psikoterapi, pemberian obat antidepresan apabila diperlukan, atau kombinasi keduanya sesuai hasil evaluasi tenaga kesehatan.
Langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental
Selain mendapatkan bantuan profesional, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat membantu mendukung kesehatan mental lansia.
Pertama, membangun rutinitas yang teratur. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit, sesuai kemampuan fisik, dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan aktivitas harian.
Kedua, menjaga hubungan sosial dan menemukan kegiatan yang bermakna. Mengikuti kegiatan komunitas, berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan sesuai keyakinan, atau menjadi sukarelawan dapat membantu menumbuhkan kembali rasa memiliki tujuan hidup.
Ketiga, mencoba latihan kesadaran penuh (mindfulness) atau meditasi. Praktik ini dapat membantu seseorang mengelola stres dan menghadapi pikiran maupun emosi dengan lebih baik.
Keempat, mempertimbangkan psikoterapi. Terapi berbicara bersama tenaga profesional dapat membantu seseorang memahami persoalan yang memicu gejala depresi serta mengembangkan cara yang lebih sehat untuk menghadapinya. Konsultasi daring juga dapat menjadi pilihan bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas atau kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Lansia Tidak Harus Menghadapi Depresi Sendirian
Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar lansia tidak merasa sendirian ketika menghadapi masalah kesehatan mental. Keluarga dapat membantu dengan mendengarkan tanpa menghakimi, memperhatikan perubahan perilaku, dan mendorong anggota keluarga yang membutuhkan untuk mencari bantuan profesional.
Depresi bukan tanda kelemahan dan bukan pula kondisi yang harus diterima begitu saja karena usia bertambah. Dengan pengenalan gejala sejak dini, dukungan sosial, dan penanganan yang tepat, lansia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesehatan mental serta menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap depresi dan memastikan bahwa lansia memperoleh perhatian serta akses terhadap layanan kesehatan mental yang mereka butuhkan.







