KLIKPOSITIF – Grup musik Element kembali menyapa para pendengar dengan single terbaru bertajuk “Asa yang Sirna”. Karya ini menjadi rilisan pertama Element setelah kepergian Lucky Widja sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan bermusik mereka yang telah berlangsung hampir 28 tahun.
Namun, “Asa yang Sirna” tidak hadir sekadar sebagai karya bernuansa nostalgia. Bagi Element, perjalanan panjang selama hampir tiga dekade justru menjadi pijakan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman serta perkembangan musik dan karakter pendengar generasi saat ini.
“Kami nggak ingin hanya hidup dari nostalgia. Apa yang sudah kami capai di masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tapi kami juga harus terus bergerak. Musik berubah, zaman berubah, dan kami ingin ikut berkembang tanpa kehilangan karakter Element,” ujar drummer Element, Didi Riyadi.
Menurut Element, kedewasaan dalam bermusik tidak semata-mata ditentukan oleh panjangnya perjalanan sebuah band. Lebih dari itu, kedewasaan juga tercermin dari kemampuan setiap personel untuk beradaptasi, melakukan transformasi, sekaligus mempertahankan identitas musik yang telah menjadi karakter mereka.
“Jadi, hampir 28 tahun berkarya bukan berarti kami harus mengulang apa yang pernah dilakukan. Justru pengalaman itu menjadi modal untuk menghadirkan sesuatu yang baru,” kata Didi.
Single “Asa yang Sirna” merupakan karya ciptaan Ferdy Tahier yang dikemas sebagai cerita baru dalam perjalanan Element. Lagu tersebut menjadi langkah ke depan bagi band, dengan tetap membawa pengalaman dan karakter yang telah terbentuk selama hampir tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia.
Melalui karya terbaru ini, Element ingin menunjukkan bahwa perjalanan panjang bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, pengalaman menjadi bekal untuk terus membaca perubahan, beradaptasi, dan menghadirkan musik yang tetap relevan bagi pendengar masa kini.












