KLIKPOSITIF– Sumatera Barat masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada 15 hingga 21 September 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial, suhu perairan barat Sumatera yang hangat, serta terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin.
Stasiun Meteorologi Minangkabau menyebut kondisi perairan yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera secara berkesinambungan menyuplai uap air ke wilayah Sumbar melalui proses penguapan. Kondisi tersebut kemudian mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Barat.
Selain itu, keberadaan daerah konvergensi dan belokan angin yang membentang di Sumatera Barat turut memperkuat pembentukan awan hujan lokal. Faktor dinamika atmosfer tersebut membuat sejumlah wilayah masih berpeluang mengalami peningkatan curah hujan sepanjang sepekan ke depan.
Sebelumnya, pada 12 hingga 14 September 2026, hujan dengan kategori ringan hingga sangat lebat tercatat di sejumlah wilayah Sumbar. Curah hujan tertinggi terjadi di Kabupaten Agam pada 12 September dengan 105 milimeter.
Pada 13 September, hujan berada pada kategori ringan hingga sedang dengan curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Pasaman sebesar 27 milimeter. Sementara pada 14 September, hujan kategori ringan tercatat dengan curah hujan tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan sebesar 10 milimeter.
Untuk periode 15 hingga 17 September 2026, cuaca Sumbar diprediksi didominasi kondisi berawan. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Tanah Datar, Kota Padang dan Pesisir Selatan.
Sedangkan pada 18 hingga 21 September 2026, cuaca umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Peningkatan hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Sijunjung dan Dharmasraya.
Pada periode tersebut, hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir juga berpotensi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok dan Solok Selatan.
Meski demikian, Stasiun Meteorologi Minangkabau menyatakan belum terdapat wilayah yang masuk kategori peringatan dini angin kencang sepanjang periode tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca, terutama warga yang beraktivitas di wilayah rawan genangan atau dampak hujan lebat. Warga juga diminta menjaga kebersihan drainase dan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini BMKG.
Di tengah masih terdeteksinya sebaran asap di sebagian wilayah Sumbar, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara menurun serta menggunakan masker.
Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg dan @bmkgminangkabau.









