KLIKPOSITIF- Menu ayam goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga menjadi pemicu munculnya gejala mual hingga muntah pada siswa dan guru di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Sedikitnya 84 siswa dan guru dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu tersebut, Senin (14/9/2026).
Asisten II Setdako Pariaman, Nazifah, mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah seorang guru yang ikut mencicipi menu MBG mengeluhkan bibir terasa gatal dan mual. Kondisi itu dirasakan setelah guru tersebut mencicipi ayam goreng berbalut tepung yang dibagikan kepada siswa.
Menurut Nazifah, berdasarkan keterangan yang diterima, kondisi ayam tersebut juga disebut agak berbau saat dikonsumsi.
“Terus setelah kita potong ayam merah dan agak bau. Terus setelah dia coba, gatal mulutnya. Mungkin di ayamnya itu jadi masalah atau sudah agak lama,” ungkap Nazifah kepada Katasumbar.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi siang hari setelah siswa MTsN 1 Pariaman menerima dan mengonsumsi makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Saat itu, menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam goreng berbalut tepung, sayur, buah dan saus.
“Jadi setelah mengonsumsi MBG siang tadi, terjadi anak-anak pusing, mual, dan ada juga yang muntah. Ada juga yang hanya sampai pusing tergantung kondisi anak-anak, dilarikan ke IGD M. Yamin dan Sadikin Rumah Sakit,” katanya.
Nazifah mengatakan, sebanyak 84 korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit M. Yamin dan Rumah Sakit Sadikin untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemko Pariaman, lanjutnya, langsung mengambil langkah untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Tim terkait juga mengambil sampel makanan MBG untuk diperiksa guna mengetahui penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru.
Selain itu, Pemko Pariaman telah berkoordinasi dengan Koordinator SPPG untuk menghentikan sementara aktivitas operasional hingga hasil pemeriksaan sampel diketahui.
“Kita hentikan, saya sudah koordinasi dengan Koordinatornya. Karena kami yang mengeluarkan izin LHS-nya. Jadi tim akan terus memantau memastikan,” ujarnya.
Kasus dugaan keracunan MBG di Pariaman ini menambah daftar kejadian serupa di Sumatera Barat. Sebelumnya, pada awal September 2026, siswa di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, juga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Dalam kasus di Palupuh, Dinas Kesehatan Agam mencatat ratusan orang mengalami gejala, termasuk siswa dan seorang guru. SPPG Pasie Laweh Palupuh kemudian dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemudian menemukan bakteri Bacillus cereus pada sampel tahu dan cabai dari dapur SPPG Pasie Laweh Palupuh.










