KLIKPOSITIF – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui UPT Halal dan Pengelola Dana Sosial kembali melaksanakan pelatihan dalam rangka pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang jaminan produk halal melalui Halal Supervisor Training Batch 7 – International Class, yang dilaksanakan pada 12–14 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pelatihan Penyelia Halal diselenggarakan secara penuh menggunakan bahasa Inggris. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UNP memperluas kerja sama dan jejaring halal di tingkat internasional.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh perwakilan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau pada Sabtu, 12 September 2026.
Diikuti Peserta dengan Latar Belakang yang Beragam Halal Supervisor Training Batch 7 diikuti oleh 10 peserta dari Thailand. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu karakteristik utama pelatihan ini.
Berdasarkan daftar peserta, terdapat peserta yang berprofesi sebagai Halal Slaughtering Supervisor, university lecturer, Islamic Studies teacher, Arabic interpreter at a hospital, content moderator, halal controller, assistant halal supervisor, serta peserta dengan latar belakang freelance dan lainnya.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kompetensi halal tidak hanya berasal dari satu bidang profesi, tetapi telah berkembang dan melibatkan berbagai sektor kehidupan dan pekerjaan.
Peserta dari Thailand tersebut berasal antara lain dari Bangkok, Chiang Mai, Samut Prakan, dan wilayah lainnya, sehingga pelatihan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Thailand dalam pengembangan ekosistem halal.
Kepala UPT Halal dan Pengelola Dana Sosial UNP, Miftahul Khair, Ph.D., menyampaikan bahwa penggunaan bahasa Inggris secara penuh merupakan salah satu langkah untuk membawa program pelatihan halal UNP ke tingkat yang lebih luas. “This international class is an important step for us to strengthen international collaboration and to provide halal training that can be accessed by participants from different countries and professional backgrounds.” katanya.
Interaksi antara peserta dari berbagai profesi dengan para narasumber diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai implementasi sistem jaminan produk halal dalam konteks yang berbeda.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup sejumlah kompetensi utama Penyelia Halal sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Penyelia Halal, antara lain:
1. Preparing SJPH Implementation Documents
2. Preparing the Document of Ingredient List and Its Supporting Documents
3. Halal Material, Process, and Product Control
4. Handling Non-Compliant Halal Products
5. Conducting Internal Audit of SJPH Implementation
6. Evaluation and Follow-up of Internal Audit
Materi disampaikan oleh para akademisi dan praktisi halal UNP yang memiliki kompetensi di bidangnya, di antaranya Prof. Irwandi Jaswir, Dr. H. Al Ikhlas, Lc., MA., Fajri Ikhsan, M.Si., Ir. Milana, Ph.D., Sri Rizki Putri Primandari, Ph.D., Dr. Yaswinda, Dr. Hendri Andi Mesta, Miftahul Khair, Ph.D dan Ir. Durain Parmanoan, MT.
Penyelenggaraan Halal Supervisor Training Batch 7 – International Class diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kerja sama UNP dengan berbagai pihak di luar negeri dalam bidang halal education, halal certification, human resource development, dan halal ecosystem development.
Penyelenggaraan Halal Supervisor Training Batch 7 – International Class diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kerja sama UNP dengan berbagai pihak di luar negeri dalam bidang halal education, halal certification, human resource development, dan halal ecosystem development.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi dan pengetahuan peserta, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang halal, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan ekosistem halal yang berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antara Indonesia dan Thailand.






