PADANG, KLIKPOSITIF – Tekanan darah merupakan bagian penting dalam sistem peredaran darah karena memungkinkan darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk otak hingga ujung kaki, kemudian kembali ke jantung.
Dilansir dari laman Harvard. Health. Edu, jantung menjadi penggerak utama dalam proses tersebut. Setiap kontraksi bilik kiri jantung menghasilkan gelombang tekanan yang diteruskan melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Dalam kondisi sehat, pembuluh darah yang rileks dan elastis mampu memberikan tahanan yang sesuai terhadap aliran darah.
Namun, ketika pembuluh darah mengalami penyempitan, menjadi tegang atau kehilangan elastisitas, tahanan terhadap aliran darah meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi dan membuat jantung bekerja lebih keras.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat memberikan tekanan terus-menerus pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak berbagai organ tubuh. Dampaknya tidak hanya pada pembuluh darah dan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, serta penyakit jantung.
Mengenal Tekanan Darah
Tekanan darah terdiri atas dua angka yang memiliki arti berbeda.
Tekanan sistolik merupakan angka bagian atas. Angka ini menunjukkan tekanan yang dihasilkan jantung ketika berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Sementara tekanan diastolik merupakan angka bagian bawah yang menggambarkan tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung berada di antara dua denyutan.
Tekanan darah diukur menggunakan satuan milimeter merkuri (mmHg). Sebagai contoh, hasil pengukuran 120/80 mmHg menunjukkan tekanan sistolik sebesar 120 mmHg dan tekanan diastolik sebesar 80 mmHg.
Tekanan darah dikategorikan berdasarkan hasil pengukuran sistolik dan diastolik. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi ketika salah satu atau kedua angka tersebut berada pada tingkat yang terlalu tinggi.
Hipertensi Sering Tidak Menimbulkan Gejala
Salah satu hal yang membuat hipertensi perlu diwaspadai adalah kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Pada tekanan darah yang sangat tinggi, seseorang dapat mengalami sejumlah keluhan seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, hingga sesak napas. Namun, banyak orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala apa pun.
Kondisi tanpa gejala inilah yang membuat hipertensi kerap disebut sebagai penyakit yang dapat merusak tubuh secara diam-diam.
Meski seseorang merasa sehat, tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama tetap dapat memberikan dampak terhadap organ-organ penting, seperti otak, mata, jantung, ginjal, serta pembuluh darah di seluruh tubuh.
Kerusakan tersebut terkadang baru diketahui ketika seseorang mengalami kondisi serius, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah sejak dini. Pengendalian tekanan darah juga diperlukan untuk membantu menurunkan risiko kerusakan organ dan berbagai penyakit kronis di kemudian hari.






