Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:49 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Kabut Asap Meluas, Disdik Sumbar Pertimbangkan Belajar Daring bagi Siswa

Kiki Julnasri
Selasa, 8 Sep 2026 | 13:10 WIB
Kondisi polusi udara di Padang, Kamis (3/9/2026)

Kondisi polusi udara di Padang, Kamis (3/9/2026)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF– Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) masih mempertimbangkan opsi pembelajaran daring bagi siswa, menyusul kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan belajar daring tersebut.

Usulan itu sebelumnya disampaikan salah satu Wakil Ketua DPRD Sumbar yang mendorong pemerintah memberlakukan bekerja dari rumah serta pembelajaran daring bagi siswa.

“Kita masih memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Nanti diputuskan,” kata Habibul kepada Katasumbar.

Ia menyebut, untuk saat ini pihaknya meminta seluruh sekolah mengikuti anjuran dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar terkait langkah menghadapi kondisi kabut asap.

“Untuk imbauan sudah ada edaran gubernur,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho mengatakan, berdasarkan pemantauan Selasa (8/9/2026), sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Riau mengalami kualitas udara sedang hingga cenderung tidak sehat.

“Pangkalan, Harau atau Limapuluh Kota relatif antara sedang sampai tidak sehat. Lalu Dharmasraya, karena berbatasan dengan Riau,” katanya kepada Katasumbar.

Khusus di Limapuluh Kota, konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 41,5 hingga 48 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut masih masuk kategori sedang, tetapi tergolong cukup tinggi.

Sugeng menjelaskan, kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 dikategorikan baik jika berada pada 0-15 mikrogram per meter kubik.

Baca Juga

Ilustrasi Kabut Asap

Kasus ISPA di Sumbar Tembus 601 Ribu, Kabut Asap Jadi Perhatian

Kamis, 22 Okt 2026 | 12:21 WIB
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto

Kapolres Pasaman Barat dan Bupati Bagikan Masker Gratis kepada Pelajar di Tengah Kabut Asap

Selasa, 20 Okt 2026 | 10:50 WIB

Kategori sedang berada pada 15-55,4 mikrogram per meter kubik. Sedangkan kategori tidak sehat berada di atas 55,5 mikrogram per meter kubik.

Selain Limapuluh Kota dan Dharmasraya, wilayah Sijunjung dan Solok Selatan juga berbatasan dengan daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau yang berbatasan itu Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, Solsel. Itu berbatasan dengan wilayah karhutla. Jadi wilayah kita yang berbatasan dengan Riau itu kelihatannya lebih ke arah tidak sehat,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah pesisir barat Sumbar seperti Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan cenderung berada dalam kategori sedang.

Menurut Sugeng, kondisi Pesisir Selatan relatif mirip dengan Padang karena berada di kawasan pantai barat Sumatera.

“Pesisir Selatan lebih mirip Padang. Karena dia berada di barat pantai,” ujarnya.

Untuk Kota Padang, secara umum kualitas udara masih tergolong baik. Namun, pada waktu tertentu kondisinya dapat berubah menjadi sedang hingga tidak sehat.

“Untuk hari ini Kota Padang hampir seluruh kecamatan kategori sedang. Pantauan kami dari pukul 00.00 WIB sampai jam 23.00 WIB nanti,” katanya.

Sugeng memperkirakan kualitas udara Kota Padang pada Rabu (9/9/2026) akan lebih baik pada pagi hari.

Namun, memasuki siang hingga malam, kualitas udara diperkirakan kembali berada pada kategori sedang.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Dharmasraya. Kualitas udara di wilayah tersebut cenderung lebih buruk pada pagi hari.

“Dari dini hari tadi sampai pukul 10.00 WIB tidak sehat. Setelah siang matahari naik, kondisinya membaik. Namun sore hingga malam kembali tidak sehat,” tuturnya.

Tags: Disdik Sumbar Pertimbangkan Belajar Daring bagi SiswaDisdikbud SumbarDLH Sumbar Imbau Warga Waspada Dampak Kabut AsapKabut Asap di Sumbar

Berita Lainnya

Ilustrasi Kabut Asap

Kasus ISPA di Sumbar Tembus 601 Ribu, Kabut Asap Jadi Perhatian

Kamis, 22 Okt 2026 | 12:21 WIB
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto

Kapolres Pasaman Barat dan Bupati Bagikan Masker Gratis kepada Pelajar di Tengah Kabut Asap

Selasa, 20 Okt 2026 | 10:50 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

Kabut Asap Belum Mereda, Tiga Daerah di Sumbar Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 18 Okt 2026 | 13:21 WIB
Kabut Asap di Kota Padang (dok. BPBD Padang)

Kabut Asap Selimuti Sumbar, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sabtu, 17 Okt 2026 | 11:00 WIB
Selanjutnya

Dukung Ruang Kreatif Anak Muda, Yota Balad Terima Audinsi Komunitas Mozaik Art Laboratory

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara