KLIKPOSITIF — Workshop Tari “Ganggam Tari Kontemporer 4” yang digelar UPTD Taman Budaya Sumatera Barat pada 11-13 Mei 2026 mendapat sambutan antusias dari para peserta. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang pembelajaran sekaligus motivasi bagi koreografer muda dan pelaku seni untuk mengembangkan kemampuan di bidang tari kontemporer berbasis tradisi.
Salah seorang peserta, Juprianto, mengatakan workshop tersebut memberinya banyak pengetahuan baru mengenai proses penciptaan tari dan riset budaya.
Guru Seni Budaya di SMA 12 Sijunjung itu menyebut materi yang diberikan narasumber menjadi bekal penting untuk mengembangkan kreativitas tari di daerahnya.
“Workshop ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan tari. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama tentang bagaimana membaca tradisi menjadi karya kontemporer,” katanya.
Menurut Juprianto, kegiatan itu juga menjadi sarana upgrade ilmu di bidang tari yang nantinya akan bermanfaat dalam proses pembelajaran kepada siswa di sekolah.
“Ilmu yang didapat tentu akan saya bagikan lagi kepada siswa. Jadi manfaat workshop ini tidak hanya untuk peserta, tetapi juga bisa diteruskan kepada generasi muda di sekolah,” ujarnya.
Workshop Tari Ganggam Tari Kontemporer 4 diikuti 25 koreografer muda Sumatera Barat hasil seleksi terbuka. Peserta dibekali materi tentang metode riset budaya, teknik komposisi tari kontemporer, hingga pengolahan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai konsep karya pertunjukan.
Selain mendapatkan pembekalan materi, peserta juga mendapat tantangan langsung dari Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, untuk menampilkan karya dalam festival seni yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Tantangan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan agar peserta tidak berhenti pada proses workshop, tetapi mampu melanjutkan gagasan kreatif menjadi karya pertunjukan yang siap tampil di panggung publik.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid, mengatakan workshop tersebut memang dirancang sebagai ruang pembinaan sekaligus proses awal lahirnya karya tari kontemporer baru dari generasi muda Sumatera Barat.






