Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:10 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Penyakit Diabetes Melitus dan Keterkaitannya dengan Puasa

Fitria Marlina
Kamis, 26 Feb 2026 | 08:09 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Penyakit Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang perlu diperhatikan dengan seksama bagi pasiennya sebelum melaksanakan ibadah puasa. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan bagi pasien ini jika menjalankan ibadah puasa?

Dokter spesialis penyakit dalam Semen Padang Hospital (SPH), dr. Mutia Faurin, SpPD, mengatakan, diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat kekurangan insulin atau kerja insulin yang tidak optimal.

“Saat berpuasa, terjadi perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas yang dapat memengaruhi kadar gula darah, sehingga pasien diabetes perlu perhatian dan persiapan khusus,” katanya saat Podcast bersama Radio Classy FM Padang.

Ia mengatakan, tidak semua pasien diabetes boleh berpuasa. Pasien yang umumnya diperbolehkan berpuasa adalah penderita diabetes tipe 2 dengan gula darah terkontrol, tanpa komplikasi berat, dan dengan risiko hipoglikemia rendah.
“Sementara itu, pasien dengan gula darah tidak terkontrol, sering mengalami hipoglikemia berat, ibu hamil dengan diabetes, serta penderita komplikasi berat seperti gagal ginjal, penyakit jantung berat, atau pasca-stroke, tidak dianjurkan berpuasa,” tuturnya.

Disisi lain, dr. Mutia Faurin, SpPD juga memperingatkan risiko yang bisa terjadi saat puasa tanpa persiapan antara lain:

Hipoglikemia (gula darah terlalu rendah)

Hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi)

Dehidrasi

Perburukan komplikasi diabetes

Pengaturan makan saat puasa sangat penting

Sahur: pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, roti gandum, ubi), protein (ikan, ayam, telur, tahu, tempe), sayuran, lemak sehat (alpukat, kacang), serta cukup minum air.

Berbuka: lakukan secara bertahap, mulai dari air putih dan kurma atau buah rendah gula, kemudian konsumsi obat, lalu makan utama dengan prinsip piring seimbang (¼ karbohidrat, ¼ protein, ½ sayur). Hindari makan berlebihan dan batasi makanan tinggi gula.

Camilan setelah tarawih diperbolehkan dalam jumlah wajar dan jenis sehat (buah, yogurt rendah gula, roti gandum).

Pengaturan obat disesuaikan oleh dokter sebelum Ramadan. Obat diminum saat sahur dan berbuka, dengan penyesuaian dosis bila diperlukan. Pasien dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan berpuasa.

Baca Juga

SPH Imbau Orang Tua Waspadai Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Kamis, 22 Okt 2026 | 14:46 WIB

SPH Berpartisipasi dalam SP Run 2026

Jumat, 2 Okt 2026 | 11:30 WIB

Olahraga tetap boleh dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan santai atau bersepeda, sebaiknya menjelang berbuka atau 1–2 jam setelah berbuka. Hindari olahraga berat dan jangan memaksakan diri.

Secara umum, puasa dapat memberikan manfaat bagi pasien diabetes jika dikelola dengan baik, seperti membantu penurunan berat badan dan memperbaiki pola makan. Namun, pasien harus memahami tanda bahaya kadar gula rendah atau tinggi dan segera membatalkan puasa bila muncul gejala tersebut.

Pesan utama dari dr. Mutia Faurin, SpPD yakni

Konsultasi sebelum Ramadan

Jaga pola makan dan minum

Konsumsi obat sesuai anjuran

Pantau gula darah secara rutin

Tidak memaksakan diri karena dalam agama terdapat keringanan bagi orang sakit

Dengan persiapan dan pengawasan medis yang tepat, pasien diabetes tetap dapat menjalani puasa dengan aman dan nyaman.

Tags: diabetes mellitusPuasaRamadan 1447 HSemen Padang HospitalSph

Berita Lainnya

SPH Imbau Orang Tua Waspadai Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Kamis, 22 Okt 2026 | 14:46 WIB

SPH Berpartisipasi dalam SP Run 2026

Jumat, 2 Okt 2026 | 11:30 WIB

Semen Padang Hospital Buka Medical Check Up Calon Jemaah Haji 2027

Rabu, 30 Sep 2026 | 10:21 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Solok Gelar MCU bagi 28 Karyawan

Rabu, 23 Sep 2026 | 10:39 WIB
Selanjutnya

Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh, Ini yang Dibahas

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara