KLIKPOSITIF – Kalium mungkin tak sering dibicarakan, tetapi mineral ini memainkan peran besar dalam menjaga jantung tetap berdetak normal. Setiap hari, sekitar 100 ribu kali, kalium membantu memicu kontraksi jantung agar darah dapat dipompa ke seluruh tubuh.
Tak hanya itu, kalium juga berperan penting dalam pergerakan otot, fungsi saraf, serta membantu ginjal menyaring darah dengan baik. Singkatnya, tanpa kalium yang cukup, berbagai fungsi vital tubuh bisa terganggu.
Sumber Kalium dari Makanan
Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kalium adalah melalui pola makan sehat, terutama dari buah dan sayuran. Kalium juga terdapat dalam produk susu, biji-bijian utuh, daging, dan ikan. Beberapa sumber kalium yang mudah ditemukan antara lain: Kentang, Tomat, Alpukat, Buah segar seperti pisang, jeruk, dan stroberi
Manfaat Kalium bagi Jantung
Kalium memang tidak secara langsung mengobati atau mencegah penyakit jantung. Namun, mencukupi asupannya dapat memberikan berbagai manfaat penting bagi kesehatan jantung.
1. Menjaga tekanan darah tetap stabil
Pola makan yang kaya buah, sayuran, serta produk susu rendah lemak terbukti mampu menurunkan tekanan darah sistolik lebih dari 10 poin pada penderita hipertensi. Kalium berperan membantu menyeimbangkan efek natrium (garam) dalam tubuh.
2. Mendukung kadar kolesterol yang sehat
Meski tidak ada hubungan langsung antara kalium dan kolesterol, banyak pola makan penurun kolesterol—seperti diet tinggi buah dan sayur—juga kaya kalium. Saat kadar LDL (kolesterol jahat) menurun, risiko penyakit jantung pun ikut berkurang.
3. Menjaga irama jantung tetap teratur
Kalium membantu jantung berdetak dengan ritme yang sehat. Pada orang dengan gangguan irama jantung, kadar kalium sering menjadi perhatian penting. Pemeriksaan kadar kalium biasanya menjadi bagian dari kontrol kesehatan rutin, terutama bagi pasien jantung.
4. Berapa Banyak Kalium yang Dibutuhkan?
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan asupan kalium sekitar 4.700 miligram per hari bagi orang dewasa sehat. Jumlah ini relatif mudah dicapai dengan menambahkan lebih banyak buah dan sayuran kaya kalium ke dalam menu harian. Namun, perlu diingat bahwa kelebihan kalium juga bisa berbahaya. Karena itu, konsumsi suplemen kalium sebaiknya tidak dilakukan tanpa rekomendasi dokter.
Siapa yang Perlu Waspada?
Orang dengan gangguan ginjal, termasuk gagal ginjal, perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan asupan kalium yang aman. Beberapa obat juga dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah, seperti obat golongan ACE inhibitor, spironolakton, triamteren, serta antibiotik tertentu.
Sebaliknya, beberapa obat diuretik untuk gagal jantung justru dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalium melalui urine. Jika Anda mengonsumsi obat jenis ini, pemeriksaan kadar kalium secara berkala sangat dianjurkan. Bila kadarnya rendah, dokter mungkin akan menyarankan suplemen atau peningkatan konsumsi makanan kaya kalium.
Menjaga Jantung Dimulai dari Meja Makan
Kalium adalah contoh sederhana bagaimana nutrisi sehari-hari dapat berdampak besar pada kesehatan jantung. Dengan pola makan seimbang dan kesadaran akan kebutuhan tubuh, menjaga jantung tetap sehat bukanlah hal yang rumit—cukup dimulai dari pilihan makanan yang tepat.






