Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:55 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Fenomena ‘Sinkhole’ di Limapuluh Kota, Pemprov Minta Warga Tak Konsumsi Airnya

Fitria Marlina
Senin, 12 Jan 2026 | 09:48 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF – Fenomena tanah berlubang atau sinkhole yang muncul di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, terus mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota dan instansi terkait melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Di hadapan warga yang menyaksikan langsung sinkhole tersebut pada Minggu (11/1/2026), Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa air yang menggenang di dalam lubang tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung.

Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan (Dinkes), kualitas air menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi.

β€œDari sisi pH-nya, air ini berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,” kata Vasko di hadapan masyarakat.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekitar agar tidak keliru memanfaatkan air dari lokasi sinkhole.

Vasko juga menekankan bahwa fenomena ini murni proses alam dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis maupun klaim penyembuhan penyakit. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai anggapan air tersebut memiliki khasiat kesehatan tertentu.

β€œTidak ada air ini untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” ujarnya.

Baca Juga

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

Selain itu, Wagub mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan.

Untuk sementara, jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter, mengingat kondisi tanah masih berpotensi mengalami amblasan lanjutan. Pembatasan ini dilakukan demi mencegah risiko kecelakaan.

Dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan bahwa secara kimia, kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri e-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Jika terpaksa digunakan, air harus dimasak terlebih dahulu.

Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi.

Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyampaikan bahwa Badan Geologi telah melakukan studi lapangan selama beberapa hari terakhir. Namun, untuk memastikan penyebab amblasan secara menyeluruh, masih dibutuhkan peralatan tambahan serta dukungan logistik guna menunjang kajian ilmiah yang lebih detail.

Sebelumnya, sinkhole tersebut diketahui muncul secara tiba-tiba pada Minggu (4/1/2025) siang di lahan persawahan milik warga bernama Adrolmios (61).

Kejadian itu pertama kali disadari setelah terdengar suara bergemuruh menyerupai ledakan, sebelum tanah yang telah retak akibat kemarau amblas dan membentuk lubang berisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20 meter.

Merespons situasi tersebut, aparat kepolisian bersama BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi.

Meski rasa penasaran warga cukup tinggi, pembatasan tetap diberlakukan karena suara dentuman dari dalam lubang masih terdengar, menandakan proses amblasan belum sepenuhnya berhenti dan berisiko menimbulkan longsor susulan

Tags: Pemprov SumbarSinkhole Limapuluh Kota

Berita Lainnya

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

Pemprov Sumbar dan Polda Sepakat Perkuat Pengawasan Karhutla, Vasko Tegaskan Sumbar Harus Nol Titik Api

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:57 WIB

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:03 WIB
Selanjutnya

Uji Ketahanan Ekonomi Sumbar dan Guncangan Bencana Akhir Tahun

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara