Selasa, 01 Sep 2026 - 00:14 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Perubahan Ekonomi Global Tuntut Sumbar Bergerak Lebih Cepat dan Inovatif

Fitria Marlina
Kamis, 20 Nov 2025 | 07:01 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi membuka Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Rabu (19/11/2025). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Transformational Leadership & Resilient Entrepreneurship for West Sumatra’s Economic Resurgence.”

Dalam kegiatan tersebut, Mahyeldi menegaskan perubahan ekonomi global menuntut Sumbar bergerak lebih cepat dan lebih inovatif.

“Dengan potensi alam, budaya, dan SDM yang kita miliki, Sumbar tidak boleh hanya mengikuti arus. Kita harus membuat loncatan dan menghadirkan terobosan,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB
Sekda Sumbar, Arry Yuswandi

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc, ASN Pria dalam Video Viral Jabat Kabiro PBJ

Selasa, 25 Agu 2026 | 07:20 WIB

Mahyeldi menyampaikan dalam RPJMD Sumbar 2025–2029 telah ditetapkan arah pembangunan yang selaras dengan RPJMN. Pemerintah Pusat memberi target pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 7,3 persen tahun 2029, dengan PDRB per kapita Rp94,85 juta. Untuk mencapai itu, Sumbar membutuhkan investasi Rp80–120 triliun dalam empat tahun ke depan.

“Tantangannya berat. Ruang fiskal sempit, kebutuhan besar. Tapi orang Minang tidak pernah kalah oleh keadaan. Kita lahir dari tanah yang subur dengan keteguhan lebih kuat dari batu karang. Kita akan berjuang keras agar target itu tercapai,” kata Mahyeldi.

Guna mewujudkan hal tersebut, Mahyeldi mengaku telah merancang tiga fondasi utama pembangunan Sumbar, yakni dengan misi jangka panjang yang jelas yang fokus terhadap sektor pertanian, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi hijau; penguatan Inovasi digital dan kolaborasi; serta efisiensi dan akuntabilitas. Ketiganya akan dioptimalkan, dengan prinsip pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Ia kemudian menyampaikan strategi yang akan ditempuh untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan:
1. Meningkatkan kualitas investasi, khusus hilirisasi, manufaktur, dan produktivitas pertanian.
2. Reformasi regulasi dan perizinan agar lebih sederhana dan ramah investor.
3. Digitalisasi ekonomi untuk memperkuat UMKM dan petani.
4. Revitalisasi infrastruktur seperti Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto–Padang, dan Bandara BIM.
5. Penguatan SDM dan kewirausahaan.

Mahyeldi menargetkan sektor pariwisata akan menjadi lokomotif pertumbuhan baru karena pengaruh berantainya terhadap kuliner, akomodasi, transportasi, dan UMKM.

Data BPS menunjukkan pertanian masih menyumbang 21,76 persen PDRB Sumbar, disusul perdagangan 16,41 persen yang mayoritas digerakkan UMKM.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi membangun martabat rakyat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Sumbar bisa menjadi kekuatan ekonomi utama di Sumatera dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045,” kata Mahyeldi.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram menegaskan pentingnya data lapangan sebagai dasar dalam merumuskan serta memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi yang akurat. Jadi rekomendasi yang diberikan, tidak hanya berlandaskan teori, tapi juga fakta.

“Kebijakan yang dihasilkan dari Temu Responden ini tidak hanya bersandar pada teori ataupun asumsi, tetapi berpijak pada fakta dan dinamika yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujar Majid.

Ia menyebut, sinergi BI dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Tags: EkonomiEkonomi SumbarPemprov Sumbar

Berita Lainnya

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB
Sekda Sumbar, Arry Yuswandi

Pemprov Sumbar Bentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc, ASN Pria dalam Video Viral Jabat Kabiro PBJ

Selasa, 25 Agu 2026 | 07:20 WIB
Screenshot

ASN Pemprov Sumbar Buncah, Video Pria-Wanita Berseragam Dinas Diduga Mesra di Ruangan Beredar

Senin, 24 Agu 2026 | 19:49 WIB

Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Pendukung Investasi Panas Bumi dari Kementerian ESDM

Senin, 24 Agu 2026 | 15:27 WIB
Selanjutnya

AI dan Strategi Baru di Pendidikan Kesehatan: AI Bukan Pengganti, Tapi Pendamping

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara