Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:06 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Lompatan Produksi Padi di Agam, Tembus 12 Ton Perhektar

Haswandi
Jumat, 14 Nov 2025 | 18:03 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Hasil sampel panen padi menggunakan pupuk organik cair Herdanic pada hari Senin 10 November 2025 di Dusun Halalang, Jorong Kambing VII, Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam cukup mengejutkan.

Menurut Penyuluh Pertanian Swadaya Agam, Zetria Edison, produksi hasil padi perhektar mencapai lebih 12 ton perhektar.

Penghitungan ini menggunakan metode ubinan, yaitu dengan menimbang hasil dari satu petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter.

Hasil timbangan ini kemudian dikalikan dengan faktor konversi untuk memproyeksikan total produksi per hektar.

Dari hasil timbangan tiga petak sampel, berat masing-masing sampel bervariasi, yakni 7-7 kilogram, 8,4 kilogram serta 8,2 kilogram.

“Jika kita rata-ratakan dari tiga sampel itu beratnya mencapai 8,1 kilogram,” ujar Zetria.

Dengan hasil produksi rata-rata 8,1 perhektar, maka dibagi 6,25 (total luas ubinan) dikali 10.000, didapatkan hasilnya 12,9 ton perhektar.

Meskipun nantinya akan terjadi penyusutan berat karena penguapan kadar air, namun produksi padi ini masih tergolong besar.

Zetria melanjutkan, selain berat, panjang malai padi juga diukur. Panjangnya sangat bervariasi, bahkan ada panjang malai yang mencapai 29 sentimeter.

Begitu juga dengan jumlah biji padi permalainya sangat bervariasi, mulai dari seratusan hingga hampir mencapai 400 biji per malai.

Lompatan Produksi

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar, Asnal Zakri mengatakan, hasil produksi 12,9 ton perhektar sangat luar biasa.

Ia menyebut, terjadi lompatan produksi yang biasanya hanya 6-7 ton perhektar, kini naik signifikan menjadi 12,9 ton perhektar.

Menurut Asnal, dari pengamatannya, jumlah anakan padi sangat banyak, di atas 60 batang per rumpun.

Baca Juga

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB

Kemudian malainya juga tampak panjang.
“Jumlah butirannya itu (jumlah biji padi per malai) berjumlah 380 sekian kita hitung kemarin,” ujar Asnal.

Tingkat kepadatannya menurut Asnal lebih padat dan lebih besar dari ukuran yang biasa.

“Ini kan bibitnya kita gunakan jenis kuruik kusuik. Jadi, kuruik kusuik yang muncul saat ini adalah lebih besar, lebih padat dan lebih berat,” jelasnya.

Hasil itulah menurut Asnal yang membuat produksi padi jadi meningkat drastis.

Dengan hasil nyata ini, Asnal tak ragu merekomendasikan pupuk organik cair, Herdanic, untuk petani Agam atau Sumbar pada khususnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bukittinggi Ali Rahman menyebut peningkatan produksi padi ini juga merupakan sebuah lompatan teknologi.

“Lompatan teknologi dan hasil padi organik ini akan sangat menunjang program ekoteologi yang dicanangkan Kementrian Agama Republik Indonesia,” ujar Ali Rahman.

Ali Rahman melanjutkan, nantinya akan dilakukan pengembangan riset yang diimplementasikan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat sebagai wujud tridharma perguruan tinggi UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi.

Tags: AgamHerdanicPadiPupuk HerdanicPupuk Organik

Berita Lainnya

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB
Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam sudah mencapai 55 Persen (Tim Media Satgas PRR)

Kucurkan Anggaran Rp 3,53 Miliar dari TKD Tambahan, Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam Capai 55 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 | 20:50 WIB

Agam Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Rabu, 14 Okt 2026 | 19:31 WIB
Selanjutnya

Operasi Gabungan di Fly Over BIM, Jasa Raharja Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara