Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:08 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Yuk Lindungi Otak dengan Kurangi Konsumsi Alkohol

Fitria Marlina
Rabu, 12 Nov 2025 | 19:20 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Bagi banyak orang, menikmati segelas anggur di malam yang tenang atau membuka kaleng bir saat menonton pertandingan terasa wajar. Namun, kapan kebiasaan ini berubah menjadi ancaman bagi kesehatan otak?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 5 November di jurnal Neurology menemukan bahwa konsumsi alkohol berlebihan, yaitu tiga gelas atau lebih setiap hari berkaitan dengan risiko perdarahan otak yang lebih parah serta kerusakan otak jangka panjang yang muncul lebih dini.

β€œPerdarahan otak, atau intracerebral hemorrhage, terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga darah merembes keluar dan merusak jaringan otak di sekitarnya. Jenis stroke ini menyumbang sekitar 15% hingga 20% dari seluruh kasus stroke,” jelas Dr. Mitchell Elkind, Kepala Ilmuwan Bidang Kesehatan Otak dan Stroke di American Heart Association.

Ia menambahkan, sekitar 80% stroke lainnya adalah stroke iskemik, yaitu ketika terjadi sumbatan pembuluh darah di otak yang menghambat aliran darah dan menyebabkan jaringan otak mati karena kekurangan oksigen dan nutrisi. Stroke perdarahan umumnya lebih berbahaya dan lebih sering menyebabkan kecacatan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekitar 17% orang dewasa di Amerika Serikat termasuk dalam kategori binge drinking (minum dalam jumlah besar dalam waktu singkat), dan 6% termasuk peminum berat. Pada tahun 2024, tercatat 29,7 juta warga AS berusia 12 tahun ke atas mengalami alcohol use disorder β€” pola konsumsi alkohol berlebihan yang mengganggu kesehatan fisik dan mental.

β€œOrang yang rata-rata minum tiga gelas alkohol per hari mengalami perdarahan otak sekitar 11 tahun lebih awal dibanding mereka yang minum lebih sedikit,” ungkap Dr. M. Edip Gurol, penulis utama studi tersebut.

Siapa yang Berisiko Mengalami Perdarahan Otak?

Setiap tahun, sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat mengalami stroke, dan 10% di antaranya adalah stroke perdarahan.

β€œSayangnya, siapa pun bisa mengalami perdarahan otak β€” bahkan anak-anak. Namun risikonya meningkat tajam seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 55 tahun,” kata Elkind, yang juga profesor emeritus neurologi dan epidemiologi di Columbia University.

Dilansir dari laman CNN, faktor risiko terbesar adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), yang meningkat seiring usia. Kini, kasus stroke pada usia muda juga makin banyak akibat meningkatnya obesitas, diabetes, dan hipertensi pada orang dewasa muda. Hampir setengah populasi dewasa di AS, sekitar 119,9 juta orang β€” hidup dengan tekanan darah tinggi.

Baca Juga

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Beberapa gejala hipertensi yang patut diwaspadai antara lain sakit kepala, sesak napas, dan mimisan. Selain alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain, metamfetamin, heroin, dan zat adiktif lainnya juga meningkatkan risiko perdarahan otak. β€œAlkohol dan stimulan dapat menaikkan tekanan darah, yang memperbesar risiko stroke, termasuk stroke perdarahan,” jelas Elkind.

Hipertensi tidak hanya menyebabkan stroke, tetapi juga bisa berujung pada penyakit ginjal kronis, jantung, dan pembuluh darah.

Dr. Gurol menegaskan, untuk pasien yang pernah mengalami perdarahan otak atau memiliki risiko tinggi berdasarkan hasil MRI, saya menyarankan untuk benar-benar berhenti mengonsumsi alkohol, atau hanya meminumnya dalam momen yang sangat terbatas β€” tidak lebih dari enam kali setahun, dan tidak lebih dari satu gelas dalam 24 jam.

Tags: HealthKonsumsi Alkohol

Berita Lainnya

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Selalu Merasa Lapar Meski Sudah Makan? Kenali 6 Kemungkinan Penyebabnya

Sabtu, 24 Okt 2026 | 07:11 WIB

Kebiasaan Sarapan yang Keliru Bisa Picu Masalah Kesehatan

Sabtu, 24 Okt 2026 | 06:37 WIB
Selanjutnya

Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman Kejar Pelaku Pencurian Sampai ke Banten

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara