Selasa, 22 Sep 2026 - 05:33 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Anggota DPR Alex Indra Lukman Nilai Kuota Pembelian Beras 3 Juta Ton Hancurkan Harapan Petani

Muhammad Haikal
Rabu, 30 Apr 2025 | 17:15 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Inpres No 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berpotensi menghancurkan harapan petani Indonesia yang terlanjur bermimpi jadi sejahtera.

Beleid ini menugaskan Perum Bulog untuk menyerap beras dalam negeri sebesar 3 juta ton sepanjang tahun 2025. Sementara, produksi beras sebagaimana estimasi BPS, menembus 30 juta ton.

“Artinya, yang akan terserap, 10 persen saja. Ini potensi memicu gejolak di petani, jika mekanismenya tak rigid dan transparan,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman dalam pernyataan tertulis, Rabu.

Soal kuota pembelian ini, sejatinya telah diingatkan Alex, pascaterbitnya Keputusan Kepala Bapanas No 14 Tahun 2025 medio Januari 2025 lalu.

Regulasi ini mengatur tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) dengan segala kualitas di tingkat petani sebesar Rp6.500 per Kg.

“Tak detailnya para pembantu presiden menerjemahkan Program Asta Cita bidang Swasembada Pangan, akhirnya melahirkan jebakan baru bagi pemerintah,” terang anggota DPR RI Dapil I Sumatera Barat ini.

“Petani telah berharap banyak karena gabahnya dibeli pemerintah dengan harga layak. Tapi, kini ada limitnya juga,” tambah politisi Fraksi PDI Perjuangan DPR itu.

“Padahal, kami di Komisi IV telah mengingatkan ini sejak sebelum masa puncak panen di Kuartal I (Maret, April dan Mei) tahun 2025 ini,” tambahnya.

Walaupun kini kuota pembelian telah dibatasi pada angka 3 juta ton, Alex mendesak pemerintah, untuk segera merumuskan teknis penyerapan Gabah Kering Panen (GKP).

“Segera tentukan kuota per provinsi. Lalu, tentukan kriteria petani yang berhak mendapatkan harga tebus sebesar Rp6.500 per Kg,” terang Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Pengaturan teknis ini penting, terang Alex, karena produksi nasional GKP kuartal I tahun 2025 sesuai estimasi BPS pada puncak panen raya ada di bulan Maret 2025 mencapai angka 5,57 juta ton.

Bulan selanjutnya, diestimasikan BPS, produksi menurun, yaitu 4,95 juta ton di April dan 2,92 juta ton di Mei.

“Masih ada masa panen kuartal II dan III yang mekanisme pembeliannya harus ditentukan sejak sekarang. Jika terlambat seperti masa panen kuartal I ini, tentunya akan makin memperdalam krisis kepercayaan pada pemerintah,” tambah Alex.

“Karena sisa produksi yang tak terserap masih sangat banyak, tentunya para tengkulak yang selama ini tiarap karena tak sanggup membeli Rp6.500 per Kg sebagaimana ditugaskan pemerintah pada Bulog, jadi menggeliat lagi. Harga gabah petani kembali jadi tak menentu,” tegasnya.

Baca Juga

Alex Indra Lukman Soroti Rendahnya Serapan Dana Bencana di Sumbar, Minta Daerah Fokus Eksekusi Anggaran

Kamis, 6 Agu 2026 | 21:15 WIB
Ahmad Syahroni (net)

Tak Ambil Gaji DPR, Ahmad Sahroni Salurkan Rp 67 Juta per Bulan untuk Kegiatan Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 | 09:09 WIB

GKP (Gabah Kering Panen) adalah gabah yang baru saja dipanen dan memiliki kadar air lebih tinggi dibandingkan gabah kering giling (GKG).

GKP memiliki kadar air 18% – 25% dengan kadar hampa/kotoran 6% – 10%.

Penjualan GKP ini sebenarnya lebih praktis, karena petani tidak perlu menunggu pengeringan dan langsung mendapatkan uang tunai. (*)

Tags: Anggota DPR RI

Berita Lainnya

Alex Indra Lukman Soroti Rendahnya Serapan Dana Bencana di Sumbar, Minta Daerah Fokus Eksekusi Anggaran

Kamis, 6 Agu 2026 | 21:15 WIB
Ahmad Syahroni (net)

Tak Ambil Gaji DPR, Ahmad Sahroni Salurkan Rp 67 Juta per Bulan untuk Kegiatan Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 | 09:09 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman Minta Bapang Periode Februari-Maret 2026 Segera Disalurkan

Kamis, 26 Feb 2026 | 23:48 WIB

Alex Indra Lukman Desak Titik GPM Diperbanyak di Daerah Bencana Sumatera

Kamis, 5 Feb 2026 | 17:23 WIB
Selanjutnya

Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid Meluncur di Sumbar, Pembelian Maret-September 2025 dapat Gratis Servis 3 Tahun

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara