PESSEL, KLIKPOSITIF- BPBD Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan) akan mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan Akibat Daya Rusak Air (Sikadra) dalam menghimpun informasi dampak bencana akibat daya rusak air.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Pesisir Selatan, Nikodemus Elthiaz mengatakan, aplikasi tersebut dipelopri oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (DSDABK) Provinsi Sumatera Barat. Aplikasi tersebut sangat dibutuhkan Pesisir Selatan.
“Pesisir Selatan ini kan pantainya panjang, sungai kita juga banyak. Jadi risiko bencana dari daya rusak air ini akan jadi perhatian utama kita di Pesisir Selatan ini,” ungkapnya.
Ia menyebut, dalam waktu dekat DSDABK Sumbar akan melaunching penggunaan sistem informasi yang berbasis digital tersebut. Masyarakat bisa mengakses aplikasi melalui play store.
“Informasi yang diinput oleh masyarakat di Aplikasi Sikadra akan sangat membantu BPBD untuk pelaporan kejadian kebencanaan. Nanti akan ada operator sebagai petugas validasi dan rekap, informasi dari masyarakat tersebut nanti kita input untuk dilaporkan ke DSDABK Sumbar,” sebutnya.
Dilansir dari keterangan resmi DSDABK Sumbar, penggunaan Aplikasi Sikadra akan melibatkan kabupaten/kota sebagai pengguna dan verifikator kejadian bencana. Keterlibatan kabupaten/kota ini berdasarkan permohonan replikasi Aplikasi Sikadra yang diajukan oleh pemerintah kabupaten/kota kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Adapun kabupaten/kota yang dilibatkan sebagai pengguna dari aplikasi ini adalah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Rahmad Yuhendra berharap Aplikasi Sikadra ini kedepannya dapat dijadikan sebagai data kebencanaan dan terintegrasi dengan masing-masing sektor yang terlibat seperti BPBD dan PUPR se-Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.
“Selain itu, dengan satu Aplikasi Sikadra dapat digunakan untuk semua kebutuhan yang berkaitan dengan kebencanaan,” terangnya.







