Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:03 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Penyakit yang Mengintai saat Makan Anda Tak Teratur

Fitria Marlina
Jumat, 1 Nov 2024 | 10:03 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Mengatur jadwal makan sangat penting bagi kesehatan. Kapan anda memutuskan untuk makan ini sangat berpengaruh besar bagi kesehatan.

Para ahli bahkan menemukan bahwa kebiasaan makan yang tidak teratur bisa meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni jam internal tubuh yang berulang setiap 24 jam. Ritme sirkadian mengatur tidur, pola makan, metabolisme tubuh, nafsu makan, suhu tubuh, pembentukan hormon, pembelahan sel, dan aktivitas biologis lainnya.

Kebiasaan makan pada waktu yang tidak konsisten dapat mengganggu ritme sirkadian tersebut. Secara tidak langsung, kebiasaan ini juga akan mengganggu aktivitas sistem pencernaan dan metabolisme yang diatur oleh ritme sirkadian pada tubuh Anda.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat menyebabkan berbagai gangguan, berikut di antaranya:

Perubahan hormon

Kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat membuat keseimbangan hormon dalam tubuh menjadi terganggu. Ini karena ketika Anda melewatkan waktu makan, tubuh akan menganggapnya sebagai suatu bahaya.

Tubuh Anda kemudian melepaskan hormon kortisol sebagai respons terhadap sinyal “bahaya” tersebut.

Peningkatan hormon kortisol dapat mengganggu berbagai aktivitas biologis tubuh, seperti metabolisme, peradangan, dan pengaturan gula darah.

Kenaikan berat badan

Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa kebiasaan makan tidak teratur dapat memengaruhi berat badan. Orang yang terbiasa dengan ini ini bahkan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan dibandingkan orang yang makan secara rutin.

Hal ini masih berkaitan dengan peran ritme sirkadian dalam mengatur nafsu makan. Gangguan pada ritme sirkadian dapat mengacaukan sinyal lapar dan kenyang. Anda mungkin akan lebih sering merasa lapar sehingga cenderung makan secara berlebihan.Gangguan pencernaan

Makan tidak teratur dapat menurunkan efek termal dari makanan yang Anda konsumsi. Efek termal merupakan energi yang Anda pakai untuk mencerna dan menyerap zat gizi. Jika Anda makan tak teratur, gangguan pencernaan dapat terjadi.

Hal tersebut terjadi karena sistem pencernaan Anda merupakan “mesin” pengolahan makanan yang digunakan selama 8 — 10 jam. Kebiasaan makan tidak teratur akan mengganggu suplai energi tubuh sehingga proses pencernaan juga bermasalah.

Peningkatan kadar gula darah

Setiap kali Anda selesai makan, pankreas akan melepaskan insulin untuk menstabilkan gula darah. Kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat mengganggu keseimbangan produksi insulin sehingga pengaturan gula darah Anda juga terkena imbasnya.

Baca Juga

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Gula darah bisa turun secara drastis karena pankreas melepaskan lebih banyak insulin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes pada orang sehat. Sementara pada penderita diabetes, penurunan gula darah secara mendadak dapat berakibat fatal.

Kram perut

Seseorang yang sering makan secara tidak teratur lebih rentan mengalami kram perut. Biasanya, keluhan ini muncul akibat gangguan pada lambung seperti penyakit refluks asam lambung (GERD), tukak lambung, infeksi lambung, dan sebagainya.

Beberapa orang mengatasi hal ini dengan makan sesegera mungkin begitu perutnya terasa nyeri. Sayangnya, tindakan ini justru dapat menimbulkan masalah baru, seperti kembung dan produksi gas berlebih yang pada akhirnya membuat perut terasa nyeri.

Tags: Health

Berita Lainnya

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Selalu Merasa Lapar Meski Sudah Makan? Kenali 6 Kemungkinan Penyebabnya

Sabtu, 24 Okt 2026 | 07:11 WIB

Kebiasaan Sarapan yang Keliru Bisa Picu Masalah Kesehatan

Sabtu, 24 Okt 2026 | 06:37 WIB
Selanjutnya
Andre Rosiade: Siapa saja Boleh Jualan Nasi Padang, Lisensi hanya untuk Cita Rasa

Andre Rosiade: Siapa saja Boleh Jualan Nasi Padang, Lisensi hanya untuk Cita Rasa

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara