PADANG, KLIKPOSITIF – Puluhan siswa SMA, SMK yang berasal dari 10 sekolah berbeda di Kota Padang mengikuti kegiatan Jumpa Sahabat Museum (JSM) yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta dan museum Adityawarman.
Di lokasi yang sama tersedia ruang diskusi yang memperkenalkan museum-museum di DIY dan Museum Adityawarman yang dikemas dalam bentuk Talkshow interaktif dengan tema “Lintas Budaya Minangkabau Yogyakarta, Sebagai Penguat Karakter Generasi Muda.
Kepala Museum Adityawarman, Dewi Ria mengatakan, JSM juga dimeriahkan dengan penampilan band, serta tarian gaya Yogyakarta yang dibawakan oleh penari dari sanggar di Sumatera Barat.
Menurut Dewi Ria, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai program peningkatan potensi museum dan menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda agar untuk berkunjung dan mempelajari nilai-nilai budaya, sejarah yang ada di museum.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah ikut memeriahkan Pameran Bersama dan memilih provinsi Sumatra Barat,” ujar Dewi Ria, Kamis (27/10) usai pembukaan acara JSM.
Dewi Ria menyebutkan dari sekian daerah yang Yogyakarta pilih dalam pameran ini, Sumbar menjadi daerah penghujung yang lebih baik melaksanakan kegiatan ini dibandingkan beberapa daerah lainnya.
“Kita banyak belajar dari Yogyakarta, salah satunya sharing informasi dengan teman-teman di museum yang ada di sana. Ada museum terkenal di Yogyakarta yakni museum Sonobudoyo,” ujar Dewi Ria.
Dewi Ria menambahkan, museum Adityawarman belajar menggaet kaum muda atau generasi milenial untuk ikut bersama dalam setiap kegiatan di museum.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat agar melestarikan budaya di Sumbar yang juga kaya akan budaya sama seperti Yogyakarta. “Semoga acara ini dapat menginspirasi masyarakat untuk berkunjung ke museum dan tentunya kami juga akan berbenah diri agar lebih diminati,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Wismarini menyebutkan, museum sebetulnya sama dengan sarana pendidikan lainnya, seperti sekolah, perpustakaan, fasilitas pendidikan informal lainnya.
“Sama-sama memiliki nilai penting dalam sistem pendidikan pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda” ujar Wismarini.
Namun tidak bisa dipungkiri, Wismarini juga mengakui, sampai sekarang masih ada pandangan dari masyarakat terutama anak-anak generasi muda ketika mendengar dari kata museum yang terlintas adalah sepi dan kuno.
“Dari latar belakang ini lah Dinas kebudayaan DIY dengan Dana Keistimewaan menyelenggarakan Jumpa Sahabat Museum yang kali ini telah dilaksanakan untuk keempat kalinya, dan terakhir kali untuk tahun 2022 ini,” jelas Wismarini.
Wismarini menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi museum, untuk promosi dan publikasi positif. Tujuannya untuk lebih membumikan museum dikalangan masyarakat generasi muda khususnya.
“Jumpa sahabat museum melalui sosialisasi dikemas dengan talk show ringan, harapannya adik-adik bisa mengenal keberadaan museum dan mencintai akan budayanya,” ujar Wismarini.
Selain mempromosikan museum itu sendiri, museum sekarang sudah banyak berbenah. Pihaknya selalu mencari tahu apa yang dibutuhkan generasi muda supaya mereka menyukai museum.
Talkshow berjalan dengan lancar dan aktif. Antusiasme peserta ditunjukkan melalui banyak pertanyaan. Diantaranya, satu pertanyaan yang ditunjukan kepada Duta Museum DIY “bagaimana mensiasati adanya budaya luar yang masuk? Lalu bagaimana kita sebagai anak muda harus bersikap?”
Duta museum menjawab “bahwa
sebesar apapun budaya luar yang masuk, kita harus tetap bertahan dengan jati diri sendiri, saya juga menyukai KPop, namun saya juga bertahan dengan budaya milik sendiri, dengan menyukai karawitan dan menyanyi dalam bahasa jawa (nyinden).”
Tidak lupa, Duta Museum DIY juga menunjukkan bakatnya dengan menyanyikan lagu jawa dihadapan seluruh peserta.
Hadir sebagai perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Wismarini. Dihadirkan juga sebagai narasumber, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah, Kepala Seksi Pelayanan dan Edukasi Museum Adityawarman, Darwis Vandrowis, dan Duta Museum DIY, Alfiy Nur Rafi.







