Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:09 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Biaya Penyedotan Danau Maninjau Tembus Rp 237 Miliar

Hatta Rizal
Senin, 5 Sep 2022 | 08:17 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

AGAM, KLIKPOSITIF – Danau Maninjau sudah ditetapkan sebagai danau prioritas nasional. Hal ini berdasarkan Perpres Nomor 60 Tahun 2021 dan termasuk dalam 15 danau prioritas Nasional untuk diselamatkan melalui kegiatan revitalisasi secara terencana.

Pemerintah Pusat telah menyusun strategi dan program melalui kewenangan pada Kementerian dan Lembaga.

Salah satu upaya penyelamatan Danau Maninjau yang telah disusun programnya mulai dari penelitian, survei dan perhitungan pembiayaan adalah rencana pengerukan sendimen sisa pakan dan kotoran ikan yang selama berpuluh-puluh tahun mengendap di dasar danau.

Hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan telah di kemukakan dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Danau Maninjau sebagai destinasi pariwisata secara virtual bersama, Menko Marves pada Mei 2021 lalu menyebutkan pengerukan Danau Maninjau membutuhkan biaya penyedotan sedimentasi sebesar Rp 237 Miliar.

Volume sedimen yang harus disedot adalah sebesar 2.745.000 m3 dan direncanakan menggunakan alat Drag Flow Pump dengan kapasitas sebesar 1.000 m3 / jam dengan perkiraan pekerjaan lebih kurang selama 2.745 jam.

Kasi KPISDA BWSS V, Iwan Hernawan yang menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Pusat melalui Direktorat Bendungan dan Danau masih melakukan penyusunan study Preparation of WR Strategic Implementation Plan for Priority Lakes – West Region (Toba, Maninjau).

Iwan melanjutkan kegiatan study telah menyelesaikan kegiatan FS (feasibility study) dan dilanjutkan dengan kegiatan DED (Detail Engineering Design).

“Pengerukan masih dibahas lintas kementrian dan direncanakan dengan memprioritaskan pada bagian muara sungai – sungai besar yang bermuara ke Danau Maninjau,” ungkapnya pada Senin (5/9).

Hal ini ditambahkan juga oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir Arief Restu, MSi, kegiatan penyedotan yang dilaksanakan berupa pengerukan material pasir pada bagian hilir sungai yang bermuara ke danau.

Namun disisi lain Arief melanjutkan, para ahli ekologi dan lingkungan meminta untuk mempertimbangkan kegiatan penyedotan sedimen betul-betul berdasarkan hasil studi kelayakan, mengingat danau maninjau memiliki karakteristik kedalaman dan keanekaragaman hewan endemik danau yg dapat terancam kepunahannya

Ditingkat Kabupaten Agam telah dibentuk Tim Penyelamatan Danau Maninjau guna fasilitasi dan mengoordinasikan serta monitoring pelaksanaan tugas dari masing-masing Kementerian dan Lembaga di daerah.

Hal ini juga didukung dengan terbentuknya Posko Penyelamatan Danau Maninjau, di Kecamatan Tanjung Raya (eks. Gedung LIPI).

Selanjutnya secara bertahap Pemerintah Kabupaten Agam akan melaksanakan program kerja mengatasi pendangkalan dan kebersihan Danau Maninjau pada lokasi yang prioritas sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah.

Baca Juga

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB

“Tanggal 14 September 2022 nanti Insya Allah kita laksanakan program kerja dengan melakukan goro di permukaan danau untuk menangani masalah kebersihan,” tambah Arief selaku Kepala Posko.

(*)

Tags: Agam

Berita Lainnya

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB
Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam sudah mencapai 55 Persen (Tim Media Satgas PRR)

Kucurkan Anggaran Rp 3,53 Miliar dari TKD Tambahan, Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam Capai 55 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 | 20:50 WIB

Agam Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Rabu, 14 Okt 2026 | 19:31 WIB
Selanjutnya

Wako Lepas Pelajar Pelopor Keselamatan Lalin Bukittinggi Menuju Nasional

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara