KLIKPOSITIF – Sumatera Barat terdapat 8 sesar atau patahan yang bisa menjadi penyebab terjadinya gempa bumi.
Delapan patahan tersebut merupakan bagian dari sesar atau patahan Sumatera yang membentang sepanjang 1.900 km (dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan Lampung).
Patahan ini membentang paralel dengan palung/zona subduksi sebagai pengaruh dari onvergensi Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia
Tim Pusdalops PB BPBD Prov. Sumatera Barat pada 2013 lalu terkait hal ini juga telah menyusun satu tulisan terkait “Bahaya Gempa Bumi Zona Patahan Sumatera,”.
Menjelaskan ada 7 segmen patahan di Sumbar dari 19 Segmen Patahan Sumatera.
Yakni segmen Siulak, Suliti, Sumani, Sianok , Sumpur, Angkola dan Barumun.
Namun, awal tahun 2022, BMKG menemukan 1 segem lagi, sehingga ada 8 segmen patahan yang ada di Sumbar.
8 segmen patahan yang ada di Sumbar
1. Segmen Angkola
Ujung utara segmen ini bermula pada lembah Batang Toru, menyisir lembah Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis di wilayah Sumatera Utara.
Sementara ujung Selatannya berada pada wilayah Sumatera Barat dekat Lembah Batang Pasaman.
Panjang segmen ini mencapai 160 kilometer.
Kerusakan serius pernah terjadi pada tahun 1892 sepanjang lembah Batang Gadis dan Sungai Angkola, antara Malintang dan Lubuk Raya Volcanoes (Visser, 1922 dalam D. Hilman dan KSieh, 2000).
2. Segmen Barumun
Ujung Utara Berada di Wilayah Sosopan Julu, Sumatera Utara, menyusuri Lembah Sungai Barumun.
Bagian Selatan Segmen ini berada pada Wilayah Provinsi Sumatera Barat. Panjang segmen 125 km.
Lembah Aliran Batang Asik dan hamparan lembah (depresi) Batang Sumpur daerah Panti dan Sitompa hingga Sunpadang merupakan bukti dari adanya pergeseran vertikal berupa amblasan pada bagian segmen ini.
3. Sumpur
Segmen Sumpur bagian Utara burujung pada sisi Selatan Depresi Sumpur, Selatan Panti, kemudian menyisir Lembah Batang Sumpur ke Tenggara, Salabawan, hingga Bonjol, menyusuri S. Silasung.
Panjang segmen ini mencapai 35 km.
4. Segmen Sianok
Segmen ini memanjang dari sisi Timur Luat Danau Singkarak, melewati sisi Barat Daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok.
Panjang segmen mencapai 90 km.
Gempa terbesar pernah tercatat pada segmen ini yaitu pada 4 Agustus 1926 dengan pusat hancuran antara Bukittinggi dan Danau Singkarak.
Data terbaru mencatat bahwa 6 Maret 2007 (M 6,4 dan 6,3) juga terjadi gempa merusak pada segmen ini bersama sama dengan segmen Sumani dan mengakibatkan banyak kerusakan pada daerah Batusangkar dan Solok.
5. Sumani
Ujung Utara segmen ini berada pada sisi Utara Danau Singkarak, menyirisi sisi Barat Daya danau tersebut melintasi daerah Kota Solok, Sumani, Selayo dan berakhir di Utara Danau Diateh Tenggara Gunung Talang.
Panjang segmen ini mencapai 90 km.
Gempa merusak tercatat terjadi pada 9 Juni 1943, M 7.4, di bawah Danau Singkarak dan menghasilkan pergeseran horizontal.
Dan gempa pada 6 Maret 2007 juga telah menyebabkan banyak kerusakan sepanjang segmen ini dari Sumani hingga Selayo.
6. Segmen Suliti
Ujung Utara segmen berada pada Danau Diatas dan Danau Dibawah dengan lebar zona 4 km pada wilayah tersebut.
Patahan Sumatera pada segmen ini menelusuri lembah S. Suliti ke Tenggara hingga anak-anak Sungai Liki di Barat Laut Gunung Kerinci, dengan panjang total 90 km.
Gempa merusak pada segmen ini pernah terjadi pada 9 Juni 1943, M 7,1.
Menyebabkan kerusakan parah pada bagian Utara Segmen hingga Muarolabuh.
7. Siulak
Ujung Selatan Segmen ini berada di wilayah Jambi menyusuri lembah di Barat Daya hingga Barat
Laut Gunung Kerinci, overlap dengan segmen Suliti di wilayah Solok Selatan dengan panjang total 70 km.
Gempa merusak pernah terjadi pada segmen ini pada 9 Juni 1909 dan diyakini berkekuatan 7,7.
gempa itu menyebabkan kerusakan parah hampir sepanjang segmen.
Kerusakan pada gempa 6 Oktober 1995, M 7,0 terjadi pada area yang cukup luas di lembah Barat Laut Danau Kerinci.
8. Segmen Baru yang Dinamakan Segmen Talamau
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Fenruari 2022 menjelaskan menemukan adanya patahan baru di Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu setelah terjadinya gempa Pasaman Barat 28 Februari 2022.
Patahan baru itu berada di sekitar pusat gempa di kawasan Pasaman Barat (Pasbar).
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, patahan baru itu tercatat dari data seismisitas yang selama ini belum pernah teridentifikasi.
Teridentifikasinya patahan baru ini sangat penting, karena selama ini kawasan itu tidak menjadi perhitungan.
Sebelumnya BMKG beranggapan itu adalah zona yang relatif aman, karena tidak pernah terekam adanya kegempaan.
Untuk sementara patahan tersebut dinamakan Segmen Talamau.
Segmen ini terletak di utara Segmen Angkola, di bawahnya Segmen Sianok. Panjang segmen tidak sampai ke Talamau.
Belum ada kepastian apakah segmen ini tersendiri (mandiri) yang baru terbentuk, atau segmen yang sudah ada tapi belum diketahui.
Meski demikian, ada kesamaan patahan baru ini dengan segmen di sekitarnya.







