Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:49 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Lahan Karet yang Terus Berkurang di Dharmasraya

Fitria Marlina
Jumat, 24 Jun 2022 | 13:40 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

DHARMASRAYA, KLIKPOSITIF – Saat ini tercatat luas lahan perkebunan karet sekitar 21 ribu hektar, sebelumnya atau beberapa tahun yang lalu luas areal perkebunan karet tersebut sekitar 41 ribu hektar, namun dari tahun ke tahun terus mengalami pengurangan, sehingga luas areal perkebunan karet tersebut tinggal sekitar 21 ribu hektar, sementara jumlah petani karet sekitar 26 ribu Kepala Keluarga dengan produksi sekitar 25 ribu ton per tahun.

Salah satu penyebab terus berkurangnya lahan karet itu karena petani karet alih fungsi lahan je kelapa sawit. Hal itu di karenakan petani merasa kehidupan dari kelapa sawit lebih menjanjikan dibandingkan dengan hasil dari karet artinya harga sawit lebih tinggi ketimbang harga karet. Di samping itu untuk tenaga motong karet atau men deres karet itu juga payah mencarinya. Hal. Itu di karenakan upah menderes tanaman karet lebih rentan karet juga relatif murah. Sehingga para tenaga kerja lebih suka mencari pekerjaan lain seperti kerja bangunan atau yang lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Darisman. Kendala yang lain adalah Salah satu upaya yang di lakukan agar harga karet bisa tinggi adalah dengan meningkatkan kualitas karet itu sendiri. Jika kualitas bagus harga bisa saja berkisar Rp 20 ribu perkilogram. Cuma, ada saja petani karet yang nakal, pada saat menjual kepada agen, ada memasukan kayu, tanah atau bahkan besi yang di potong pendek-pendek ke dalam bongkahan karet tersebut dengan tujuan untuk biar lebih berat pada saat di timbang. Dan ketahuan ya pada saat pabrik mengolah karet itu.

Baca Juga

Warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat sedang memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah. Foto: Tim Media Satgas PRR.

Pemerintah Perbaiki Saluran Pamsimas dan Bangun Sumur Bor di Lambung Bukik Padang

Sabtu, 31 Okt 2026 | 11:35 WIB
Normalisasi dan pembangunan tanggul Sungai Batang Lasi, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sungai ikut diperlebar, dan dilakukan pengecoran. Tanggul menggunakan sistem berundak dua tingkat. Foto: Tim Media Satgas PRR.

Normalisasi Sungai Batang Lasi Agam Rp1,59 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 | 11:22 WIB

Di samping itu kendala lain yang juga di rasakan. petani karet adalah dari sisi pemasaran, karena di Dharmasraya hanya ada satu pabrik karet, akibatnya penetapan harga karet juga tidak jelasLagian salah satu faktor yang menentukan argabkaret di pabrik adalah kualitas Beda dengan pabrik kelapa sawit (PKS) setidaknya di Dharmasraya ada delapan PKS.

“Untuk mengarahkan kembali petani karet tersebut kita memberi bantuan berupa bibit, alat sadap, pupuk, ada juga bantuan mesin sinsaw dan lainnya. Bantuan itu berasal dari Departemen. Di samping itu kita juga berkoordinasi dengan pabrik karet tersebut, agar lebih mengutamakan atau memprioritaskan pembelian karet dari petani Dharmasraya dan harga juga lebih tinggi dari petani karet luar Dharmasraya, “tegasnya.

Untuk di ketahui ucap Darisman, karet Dharmasraya termasuk karet yang berlisensi karena merupakan hasil dari Proyek Pengembangan Perkebunan kelapa sawit Rakyat Sumatera Barat (P3RSB) dan TCSDP yang merupakan bantuan dari bank dunia,tegas Darisman.

Penulis: Ivan

Tags: Dharmasraya

Berita Lainnya

Warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat sedang memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah. Foto: Tim Media Satgas PRR.

Pemerintah Perbaiki Saluran Pamsimas dan Bangun Sumur Bor di Lambung Bukik Padang

Sabtu, 31 Okt 2026 | 11:35 WIB
Normalisasi dan pembangunan tanggul Sungai Batang Lasi, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sungai ikut diperlebar, dan dilakukan pengecoran. Tanggul menggunakan sistem berundak dua tingkat. Foto: Tim Media Satgas PRR.

Normalisasi Sungai Batang Lasi Agam Rp1,59 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 | 11:22 WIB

Disaksikan Ribuan Pengunjung, Wagub Vasko dan Bupati Annisa Launching Nagari Creative Hub Sungai Duo Dharmasraya

Sabtu, 31 Okt 2026 | 10:44 WIB

Bupati Annisa Salurkan Bantuan Permakanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Pulau Punjung dan Koto Besar Dharmasraya

Selasa, 27 Okt 2026 | 13:27 WIB
Selanjutnya

Pemkab Agam Perangi Stunting dengan DAHSAT

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara