Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:16 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Ini Kata Ustad Adi Hidayat Tentang Rendang dan Minangkabau

Eko Fajri
Senin, 20 Jun 2022 | 15:48 WIB
Ustad Adi Hidayat

Ustad Adi Hidayat

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Ustaz Adi Hidayat atau UAH menjawab pertanyaan tentang rendang padang dan Minangkabau, terkait polemik yang muncul dalam beberapa waktu terakhir.

UAH memberi jawaban atas pertanyaan terkait sejak kapan rendang punya agama?.

Terkait pertanyaan itu, Ustaz Adi Hidayat menyebut agar tak mengecilkan tradisi yang sudah lama melekat di masyarakat.

Termasuk makanan rendang yang merupakan produk makanan masyarakat Sumatera Barat atau minangkabau.

UAH menjelaskan tradisi masakan rendang halal di Minangkabau dengan tradisi dan budaya lain seperti angklung, calung, dan batik.

Penjelasan tersebut terdapat dalam kajian UAH tentang Al-Quran Sunnah Solution (AQSO): Lanjutan Serial Tafsir Surah Al-Baqarah, pada menit 1.53.00.

UAH memulai dengan pernyataan jangan pernah mengecilkan siapapun, apalagi kalau sudah menjadi tradisi.

“Ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan,” jawab Ustaz Adi Hidayat, melansir kanal Youtube Adi Hidayat Official, Sabtu, 19 Juni 2022.

UAH menganalogikan jika tradisi dan budaya seperti batik, angklung, dan lain-lain diklaim negara lain, maka orang Indonesia akan menolak hal tersebut.

“Pentanyaannya sama sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja. Artinya itu adalah pertanyaan tidak berfaedah karena itu sudah menjadi bagian dari budaya yang melekat,” ujarnya.

“Rendang itu produk masyarakat Minang, budaya Minang, falsafahnya berbunyi ‘adat bersanding syarah, syarah bersanding kitabullah‘”

“Karena itu setiap yang keluar dari Minang lekat dengan syariat, walaupun, produk makanan,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Baca Juga

Raih 139 Emas, Kota Solok Peringkat Dua Porprov ke-XVI Sumbar

Kamis, 15 Okt 2026 | 10:27 WIB

Koto Gadang, Nagari Tanpa Sumur Bor

Jumat, 9 Okt 2026 | 16:34 WIB

UAH menambahkan, jadi jangan tanyakan agamanya, kalau pertanyakan agama kepada makanan itu pertanyaan kurang kerjaan.

Penggalan video jawaban UAH tersebut juga telah diunggah ulang oleh akun media sosial instagram Ikatan Keluarga Minang (IKM) @dpp_ikm

Gubernur Sumbar tegaskan filosofi adat Minangkabau

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah juga pernah menanggapi hebohnya penjualan rendang babi Padang.

Mahyeldi menegaskan apapun masakan yang mengatas namakan Padang atau Minangkabau itu harus halal.

β€œKalau ada yang membuat nama-nama masakan dengan embel-embel kata Padang namun tidak halal itu kurang positif untuk masyarakat Padang,” kata Mahyeldi, Kamis (10/6/2022).

Hal tersebut karena Minangkabau menganut filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ASBK).

Menurut gubernur, setiap masakan yang ada embel-embel Padang-nya, harusnya halal.

 

Tags: daerahMinangkabauNasionalRendangRendang BabiSumbarUAHUstaz Adi Hidayat

Berita Lainnya

Raih 139 Emas, Kota Solok Peringkat Dua Porprov ke-XVI Sumbar

Kamis, 15 Okt 2026 | 10:27 WIB

Koto Gadang, Nagari Tanpa Sumur Bor

Jumat, 9 Okt 2026 | 16:34 WIB

Ratusan Taekwondoin Ramaikan Porprov XVI Cabor Taekwondo di Kota Beras

Sabtu, 3 Okt 2026 | 17:23 WIB

Perkuat Program Pembangunan, Kabupaten Solok Luncurkan SPKPD

Rabu, 16 Sep 2026 | 20:19 WIB
Selanjutnya

Hingga 18 Juni, Realisasi PKB dan BBNKB di Samsat Padang Panjang Tembus Miliaran Rupiah

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara