PESSEL, KLIKPOSITIF– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan), Sumatera Barat mengharapkan peran aktif Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) dalam menangani Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Kalaksa (Kepala Pelaksana) BPBD Pessel, Doni Gusrizal mengharapkan, peran aktif KPHP karena keterbatasan sarana yang dimiliki BPBD dalam menangani kebakaran di daerah itu.
Apalagi, katanya titik kebakaran terpantau jauh dari sumber air, sehingga butuh peralatan yang lengkap untuk bisa lebih efektif dalam menanganinya.
“Jadi kita memang peralatan tidak ada, jadi untuk itu kita mengharapkan koordinasi dari KPHP. Kita harapkan bagaimana KPHP bisa berkoordinasi dengan Provinsi,” ungkapnya pada KLIKPOSITIF, Sabtu 26 Maret 2022.
Terpisah, Kepala UPTD KPHP Pessel, Syamsul melaporkan, kebakaran hutan dan lahan di Pessel terpantau langsung ke lapangan pada Jumat 25 Maret 2022.
Menurut Syamsul, dari hasil pantauan timnya ke lapangan, setidaknya terpantau ada sekitar 180 hektare lahan yang terbakar pada 7 titik.
Tujuh titik ini merupakan kawasan Hutan Produksi Konversi dengan kondisi gambut. Persisnya berada pada bagian selatan Kabupaten Pessel.
“Kita hanya bicara koordinat, kalau kecamatan saya tidak tahu pasti. Pokoknya ada 7 titik,” terangnya pada KLIKPOSITIF.
Lanjutnya, kebakaran pada kawasan Hutan Produksi Konversi diduga karenaΒ adanya pembukaan lahan yang bakal dipergunakan untuk perkebunan.
“Kalau di sana pembukaan perkebunan, siapa yang membuka kita tidak tahu,” ujarnya.
Menurutnya, dari kondisi Jumat lalu, kebakaran masih berlangsung. Sebab, katanya, kepulan asap masih terpantau di lokasi titik area yang terbakar.
“Ini sudah kita koordinasi dengan Satlat (kabupaten) dan (pemerintah) provinsi,” jelasnya.







