Selasa, 22 Sep 2026 - 05:38 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Sumbar

Joni A. K.
Rabu, 23 Feb 2022 | 19:16 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga meningkatnya angka kemiskinan. Solusinya koordinasi dan singkronisasi sehingga hadir sinergi dan kolaborasi untuk mengentaskan semua kesenjangan yang terjadi.

Bicara kesejahteraan sosial tidak terlepas dari masalah kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi semenjak pandemi Covid-19, bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat namun juga ekonomi, sosial dan politik. Kesenjangan semakin meningkat, berefek pada meningkatnya angka kemiskinan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat memberikan sambutan sekaligus membuka Koordinasi dan Sinkronisasi Forum Perangkat Daerah Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, di Emersia Hotel, Batusangkar, Selasa (22/2) malam.

Menurut Mahyeldi, penanggulangan kemiskinan yang komprehensif memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, sektor swasta dan masyarakat.

Mengingat anggaran daerah sangat terbatas dan sangat tergantung pada suntikan dana dari pusat, sementara persoalan yang harus diselesaikan cukup banyak. Sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi yang akan bisa menghadirkan berbagai program yang menjadi solusi.

“Tidak ada jalan lain, kita harus sinergi dan koordinasi sehingga hadir kolaborasi, dan fokus. Jika tidak begitu, dengan keterbatasan dana daerah, program tidak bisa optimal dan minim outcome. Hanya sebatas pekerjaan selesai, tapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar gubernur.

Mahyeldi menyebutkan, banyak program di provinsi yang membutuhkan kolaborasi dan sinkronisasi dengan kabupaten dan kota. Diantaranya yang paling utama adalah program pertanian, peternakan dan kehutanan yang memiliki potensi besar. Seperti pemanfaatan 240 ribu hektar lahan perhutanan sosial, yang merupakan potensi besar untuk kesejahteraan msyarakat di nagari-nagari tanpa merusak hutan.

Potensi lainnya adalah, kearifan lokal dengan adanya para perantau yang memiliki ikatan emosional dengan kampung halaman atau nagari. Namun perlu disiapkan data orang mampu, bukan hanya data orang miskin seperti selama ini.

Baca Juga

Sekda Sumbar Minta Evaluasi Menyeluruh dan Pembinaan Kafilah MTQ

Senin, 21 Sep 2026 | 13:04 WIB

National Day Malaysia di Jakarta, Momentum Perkuat Persahabatan Indonesia-Malaysia

Kamis, 17 Sep 2026 | 14:53 WIB

“Jangan panik, kuncinya perlu data yang akurat. Data kemiskinan, kekayaan, sukunya dan data para perantau. Angka kemiskinan itu kan jauh lebih sedikit dari angka yang mampu. Misalnya angka kemiskinan 10 atau 20 persen sekalipun, berarti sisanya yang 90 atau 80 persen adalah orang mampu, tergantung bagaimana mengaturnya lagi,” jelas gubernur.

Gubernur berharap dengan kegiatan ini dapat mengurangi permasalahan yang ada di daerah, sehingga kehadiran pemerintah bisa dirasakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak merasakan keberadaan pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Arry Yuswandi menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka menjaring isu-isu strategis dan informasi mengenai pembangunan kesejahteraan sosial dan sinkronisasi program kesejahteraan sosial yang berkembang.

“Khususnya terkait kebencanaan, penyandang masalah kesejahteraan sosial, validasi data terpadu kesejahteraan sosial, bantuan sosial, rehabilitasi sosial, sistem layanan rujukan terpadu, serta isu-isu lain baik di provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujar Arry.

Peserta kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, berasal dari 65 instansi, OPD terkait, dinas sosial dan Bappeda kabupaten dan kota, UPTD Dinas dan Lembaga Pelayanan Kesos.

Sebagai narasumber, hadir dari Kemensos RI dengan materi tantang kebijakan nasional pengelolaan DTKS, serta narasumber dari Bappeda Sumbar, tentang penyelarasan program dinas sosial berdasarkan isu strategis yang lebih konkrit dan realistis.

Tags: covid-19Dinas Kesehatan SumbarGubernur SumbarHms-PemprovKemiskinanPemprov Sumbar

Berita Lainnya

Sekda Sumbar Minta Evaluasi Menyeluruh dan Pembinaan Kafilah MTQ

Senin, 21 Sep 2026 | 13:04 WIB

National Day Malaysia di Jakarta, Momentum Perkuat Persahabatan Indonesia-Malaysia

Kamis, 17 Sep 2026 | 14:53 WIB

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pokir DPRD Harus Sesuai Kewenangan Provinsi

Selasa, 15 Sep 2026 | 08:54 WIB

Hari Kedua MTQ Nasional, 17 Kafilah Sumbar Lanjutkan Perjuangan di Semarang

Senin, 14 Sep 2026 | 11:53 WIB
Selanjutnya
Pessel

Minta Uang Setelah Mendoakan Pasien, Pemuda Ini Diamankan Polisi di Pessel

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara