Minggu, 26 Jul 2026 - 10:41 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

7 Saran Atasi Tata Kelola Kelangkaan Pangan

Eko Fajri
Rabu, 9 Mar 2022 | 12:35 WIB
ilustrasi pangan

ilustrasi pangan

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kelangkaan pangan sempat terjadi pada beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, dan memperbaiki rantai rantai pasok merupakan salah satu solusinya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah menyarankan tujuh langkah kepada pemerintah agar bisa menangani permasalahan tata kelola pangan rakyat saat ini.

Tujuh langkah Atasi tata kelola pangan

Pertama, menurut Said, pemerintah perlu menyusun peta jalan kebijakan pangan nasional secara akurat.

Kedua, pemerintah harus membuat sistem logistik nasional yang terintegrasi, terkoneksi dengan berbagai pihak, baik di pusat dan daerah, dengan pendekatan lintas sektor.

“Sistem itu harus mampu memberikan peringatan dini atas potensi persoalan rantai pasok pangan,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Ia menambahkan, pembangunan sistem logistik pangan ini sekaligus memudahkan pendataan bagi berbagai instansi untuk pajak, bea dan cukai, dan lain-lain.

Ketiga, jelas Said, perlu adanya penguatan peran dan fungsi badan logistik seperti memperkuat intervensi Bulog terhadap pasar.

Penguatan Bulog, kata Said, dengan meningkatkan volume dan keragaman stok pangan strategis.

Juga harus tertopang dengan sistem pergudangan baik modern, dan kecepatan pendistribusian yang efisien.

Langkah keempat, pelaksanaan operasi pasar sebagai penegakan hukum, pemerintah perlu melibatkan peran serta masyarakat luas.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan perlu meniru kepolisian dalam menjaga keamanan kampung dengan membentuk siskamling.

“Dalam hal pengawasan pangan rakyat, sangat baik bila Kementerian Perdagangan memiliki kekuatan rakyat yang terorganisir berperan serta aktif dalam pengawasan tata kelola pangan,” sebut Said.

Kelima, Kementerian Perdagangan perlu mengumumkan secara terbuka kepada publik perusahaan perusahaan yang tidak mematuhi Domestic Market Obligation (DMO) kelapa sawit.

Serta melakukan penegakan hukum atas pelanggaran terhadap ketidakpatuhan DMO itu.

Langkah tegas menurut Said, perlu oleh pemerintah agar tidak ada lagi perusahaan perusahaan yang bisa beradadiatas pemerintah.

Langkah keenam, karena tidak efektifnya kebijakan DMO dan DPO (Domestic Price Obligation) di lapangan, dan masih terus membumbung tinggi serta kelangkaan minyak goreng di banyak daerah.

Pemerintah harus menghentikan sementara ekspor kelapa sawit setidaknya sebulan agar ada kepatuhan sejumlah produsen besar untuk memenuhi kebutuhan sawit domestik.

Baca Juga

Edukasi Literasi Pangan, Siswa SMA N 6 Padang Kunjungi Gudang BULOG Sumbar

Rabu, 22 Apr 2026 | 16:27 WIB

Atasi Kelangkaan, Bulog Bakal Bangun Gudang Pangan di Mentawai

Senin, 16 Mar 2026 | 09:59 WIB

Ke tujuh, pemerintah perlu terus mengembangkan diversifikasi pangan rakyat.

Kasus kelangkaan minyak goreng ini menunjukkan minyak goreng dari sawit menjadi produk yang seolah tidak ada subtitusinya.

“Ketergantungan kita terhadap minyak goreng sawit sangat tinggi. Padahal kita juga mengenal virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa yang lebih sehat dari minyak sawit,” ucap Said.

Ia menilai, rakyat Indonesia sangat memungkinkan untuk mengurangi konsumsi minyak goreng

Karena mewarisi tradisi memasak dengan merebus dan membakar yang dipandang lebih sehat.

“Kelompok masyarakat perlu mengembangkan tradisi memasak itu. Industri juga dapat masuk untuk mengisi market dengan berbagai alat untuk merebus dan membakar bahan makanan dengan cara praktis,” pungkas Said.

 

Tags: dprKebutuhan Pokokkelangkaan panganNasionalPangan

Berita Lainnya

Edukasi Literasi Pangan, Siswa SMA N 6 Padang Kunjungi Gudang BULOG Sumbar

Rabu, 22 Apr 2026 | 16:27 WIB

Atasi Kelangkaan, Bulog Bakal Bangun Gudang Pangan di Mentawai

Senin, 16 Mar 2026 | 09:59 WIB
Bantuan Pangan Beras

Kabar Gembira! Tahun Depan Pemerintah Kembali Bagikan Bantuan Beras untuk 16 Juta Penerima

Selasa, 17 Des 2024 | 08:56 WIB
Pedagang Sembako

Pemko Padang Pastikan Pasokan Pangan Aman Jelang Nataru

Jumat, 13 Des 2024 | 10:15 WIB
Selanjutnya
Canon

Canon Bersiap Kuasai Pasar Kamera Mirrorless dengan Produk EOS R

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara