PESSEL, KLIKPOSITIF- Dinas Pertanian Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan), Sumatera Barat tuntas lakukan vaksinasi penyakit mulut dan kaki (PMK) kepada 400 ekor sapi.
Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengatakan, vaksinasi PMK telah tuntas dilaksanakan sejak Kamis 30 Juni 2022 lalu.
Vaksinasi PMK menyasar sejumlah wilayah Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang belum terdampak atau bebas kasus PMK.
“Ada empat Puskeswan, terakhir Puskeswan Painan Kamis 30 Juni lalu. Masing -masing 100 dosis,” ungkap Madrianto melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada KLIKPOSITIF.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Pessel, total kasus PMK di Pessel sampai 4 Juli berjumlah sebanyak 339 kasus.
Dari 339 itu, 93 ekor sapi sudah sembuh. Sementara 131 lainnya masih dalam pengawasan.
Ia mengatakan, khusus bagi wilayah yang bebas kasus yang mendapat vaksin, antara Puskeswan Indrapura.
Puskeswan Indrapura mendapatkan 100 dosis, dengan wilayah vaksin khusus di Tapan.
Sementara, 3 Puskeswas lainnya, yakni Tarusan sebanyak 100 dosis, Painan 100 dosis, Lunang Silaut 100 dosis.
“Puskeswan Painan itu, wilayahnya Kecamatan IV Jurai dan Batang Kapas,” jelasnya.
Karena Batang Kapas sudah ada kasus, jadi kita fokus ke IV Jurai,” terangnya.
“Kalau Puskeswan Tarusan itu khusus Kecamatan Bayang yang tidak ada kasus,” jelasnya.
Ciri-ciri Sapi Terjangkit PMK
Ia menjelaskan, terkait adanya PMK ini, pihaknya terus mengimbau para peternak melaporkan ada gejala aneh pada setiap ternaknya.
Khusus ciri-ciri ternak yang terjangkit PMK itu, katanya, bisa diketahui dengan beberapa tanda.
Tanda antara lain, adanya air liur yang berlebih, melepuh pada bibir dan mulut seperti sariawan.
Selain bibir dan mulut, juga ada luka di sekitar kaki, dekat kuku.
Ia mengatakan, jika ada gejala tersebut segera lakukan isolasi dan melaporkan kepada petugas.
“Mohon informasikan ke petugas peternakan, atau paramedis terdekat. Jadi kalau semakin cepat diberitahukan ke petugas, maka akan lebih cepat diobati, maka cepat proses penyembuhan,” tutupnya.







