Kamis, 15 Jan 2026 - 09:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

40 Tahun UPI YPTK, Siap Bertransformasi di Segala Lini

Fitria Marlina
Selasa, 10 Jun 2025 | 09:53 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – 40 Tahun UPI YPTK, menjadi salah satu ajang untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik dan di semua lini yayasan. Rektor UPI YPTK Padang, Muhammad Ridwan mengatakan, kampus tersebut siap melangkah lebih maju dan ‘suistain’ dengan lebih berwibawa dan hati-hati, tapi tetap on the track dengan maknan yang lebih dalam.

“Melangkah lebih maju maknanya lebih dalam, itu adalah transformasi. Transformasi perubahan, bukan soal institusi, bukan hanya dosen tapi juga mahasiswanya. Nantinya mereka yang datang belum mengenal apa-apa, setelah tamat sudah berstranformasi menjadi lebih baik,” katanya dalam acara Art of Leadership yang diselenggarakan oleh Radio Classy FM Padang, Kamis (5/6).

Ia mengatakan, tumbuh dalam keluarga yang ditempa dengan didikan yang luar biasa dari sang Ayah, membuat seorang Muhammad Ridwan memiliki pemikiran yang terkadang menurut orang ‘out of the box’.

“Ini sebuah nikmat dan rahmat dari Allah SWT ketika menjadi anak dari pendiri UPI YPTK Padang. Melangkah Lebih Maju adalah misi dari pendiri. Kita tak boleh jalan di tempat. Begitu yang saya serap ilmunya dari Ayahanda. Setelah saya simpulkan, niat bukan untuk pendiri saja, namun mimpi semua insan yang ada di pendidikan,” jelasnya.

Ia berkisah, di masa kecilnya, Alm Herman Nawas (Ayahnya) meminta Ridwan dan sepupu berjualan di toko mereka yang ada di pasar raya. “Hal itu terjadi karena saya bertanya soal ‘Ridwan terlahir senang, berarti Ridwan tidak harus melewati momen susah dulu sebelum bahagia’ kepada Bapak. Karena kalimat itu, saya dan sepupu disuruh berjualan di toko kami di pasar raya,” jelasnya.

Ia menuturkan, saat bekerja di pasar raya, banyak pelajaran yang diserap oleh Ridwan kecil. “Kita melihat bagaimana orang berbelanja, melayani orang, bersikap dan bertutur kepada pembeli, dan disana kita juga berpikir betapa susahnya mencari uang. Dengan melihat langsung realita itulah, akhirnya mengubah pemikiran saya bahwa kita harus paham dan tahu bagaimana rasanya susah agar tahu soal hidup,” paparnya.

Muhammad Ridwan sendiri mengakui sangat banyak belajar dari sang ayah sebagai pendiri UPI YPTK Padang, terutama soal pemikirannya yang sangat tidak bisa di terka.

“Saat gempa 2009, Blueprint Fakultas Kodokteran UPI YPTK sudah ada, namun di batalkan oleh Bapak dan kemudian di bangunlah gedung pertemuan dengan nama Upi Convention Center yang bisa kita lihat hari ini. Bagi Bapak, kehancuran 2009 bukan hanya kehancuran bangunan, namun juga ekonomi menurut Bapak waktu itu, sehingga dalam membangun sesuatu Beliau tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri namun juga memikirkan lingkungan di sekitar,” jelasnya.

Dalam pemikiran Alm Ayahnya waktu itu, Kota Padang yang porak-poranda karena gempa tetap harus bisa dilihat orang sebagai kota dan masih layak di datangi, makanya Beliau membangun gedung agar orang tetap memiliki pilihan datang ke Kota Padang.

Membawa Misi Perubahan untuk Indonesia

Sekarang UPI YPTK sudah memiliki 12 ribu mahasiswa. “Tapi kami tidak bisa puas di sana saja. Kami akan mengembangkan UPI YPTK ini tidak hanya mencerdaskan masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. Kami akan membawakan nilai-nilai kami ini ke seluruh penjuru Indonesia insya Allah. Kita akan hadir di beberapa kota insya Allah, itu cita-cita,” jelasnya.

Ridwan menuturkan, saat ini pihaknya melihat universitas yang ada di luar negeri sudah penetrasi masuk di Indonesia.

“Dan kenapa kita tidak juga melaksanakan hal itu di UPI? Saya punya cita-cita. Kita juga punya unit ya di luar kampus UPI, ini adalah pesantren. Kami punya program di Madinah. Karena saya di-create oleh Pak Herman, saya tidak mau hanya sekedar belajar di Madinah. Kami punya cita-cita, punya RLA di Madinah. Dan Alhamdulillah sudah punya beberapa jalan sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, UPI nanti ada Universitas Putra Indonesia Kuala Lumpur. Untuk mewujudkan hal itu, UPI terus berbenah untuk bersiap melangkah.

“UPI bukan sekedar kampus tapi rumah bagi yang ingin tumbuh. Kalau hanya men-transfer ilmu, Chat GPT selesai sudah. Tapi bagaimana kita jadikan mereka orang yang bisa mengenal nilai kejujuran. Bagaimana cara mereka belajar disiplin? Bagaimana cara mereka belajar menyayangi sama? Bagaimana cara mereka benar-benar bisa belajar kreativitas? Dan itu adalah karakter,” terangnya.

Tantangan Memimpin

Diakui Ridwan, dalam memimpin ada tantangan-tantangan yang dihadapi, terutama oleh pemimpin muda seperti dirinya.

Baca Juga

Entrepreneurship Award IX 2025 Sukses Digelar di UPI YPTK: Dua Hari Penuh Inspirasi, Semangat, dan Kolaborasi Wirausaha Muda Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 | 18:34 WIB
.

Realisasi PEN Capai Rp326,74 Triliun, Klaster kesehatan dan Perlindungan Sosial Tunjukan Perkembangan Signifikan

Senin, 6 Sep 2021 | 11:51 WIB

“Memang itu ya, tantangan yang muda yang memimpin itu seperti itu. Namun dalam memimpin tidak ada yang pernah merasa siap kan, betul-betul siap gitu, gak ada. Dan it’s human being, kalau misalkan kita merasa kayaknya ini, kalau bahasa anak sekarang kayaknya kurang deh gitu. Kurang ya? Ya, kayaknya ini gak seperti ekspektasi kita gitu ya. Tapi apa respon kita, ya it’s a life,” jelasnya.

Menurutnya, kita hidup untuk terus melangkah, bukan untuk mundur ke belakang. Hidup untuk dijadikan pelajaran.

“Alhamdulillah, beliau bukan semua bisnisnya berhasil, fun fact-nya gitu. Ada berapa bisnisnya kalau yang saya ceritakan, wah kalau orang lain dengar, masa rugi segitu gitu ya. Tapi beliau setelah rugi gak pernah hitung, gak pernah bilang, gak pernah ngomong lagi, dan dia tetap tidur nyenyak setelahnya. Itu gimana caranya? Itu seperti sebuah pembelajaran bahwasannya kita ini menjalani takdir. Oke, berarti sekarang lagi musim nih, detachment namanya, kita gak feeling attach ya, kita gak feeling ada, tidak ada kemelekatan kita terhadap yang hilang itu gitu. Sehingga beliau mungkin bisa sangat nyenyak tidur meskipun habis rugi sekian gitu,” jelasnya.

Ia menuturkan, dengan pemikiran yang dimiliki oleh sang Ayah, itu menjadi salah satu batu loncatan bagi dia untuk melangkah dalam memimpin UPI YPTK.

“Karena beliau mungkin berpikir ya, I’m not attach myself to that, you know. Kayaknya saya lihat itu tauhid ya, karena beliau anggap yang bukan rezekinya pasti bukan sampai ke dia. Mau dia lari kejar segimanapun, juga gak bakal dapat. But that’s not easy though, itu kan gak gampang kan kayak gitu kan. Harus dilatih, dan biasanya yang saya tahu, dan saya merasakan itu, Allah kasih sedikit-sedikit,” jelasnya.

Menurutnya, manusia dilatih dalam hidup. Kalau tidak bisa naik kelas, kita akan tetap dikasih gagal sedikit-sedikit terus, dan itu akan merasakan kepenatan yang luar biasa.

“Dan coba kita ya sudah, itulah dari situlah kalimat Qadarallahumma Shafa’an. Saya ini mengenyam ilmu pendidikan formal, itu ekonomi manajemen saja,” jelasnya.

UPI YPTK sendiri dalam perjalanannya terus berbenah dan melebarkan sayap, tidak hanya di Sumatera Barat, namun juga ke provinsi lainnya yang ada di Indonesia.

 

 

 

 

Tags: PendididikanUPI YPTK

Berita Lainnya

Entrepreneurship Award IX 2025 Sukses Digelar di UPI YPTK: Dua Hari Penuh Inspirasi, Semangat, dan Kolaborasi Wirausaha Muda Indonesia

Jumat, 7 Nov 2025 | 18:34 WIB
.

Realisasi PEN Capai Rp326,74 Triliun, Klaster kesehatan dan Perlindungan Sosial Tunjukan Perkembangan Signifikan

Senin, 6 Sep 2021 | 11:51 WIB
Seorang siswa mencuci tangan sebelum masuk sekolah saat simulasi sekolah tatap muka beberapa waktu lalu

Sekolah Tatap Muka, Orang Tua Harus Lakukan Dua Hal Ini

Senin, 28 Des 2020 | 15:18 WIB
Universitas Negeri Padang (UNP) launching gerakan merdeka belajar, kampus merdeka di auditorium kampus tersebut, Kamis, 5 Maret 2020.

UNP Launching Gerakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Kamis, 5 Mar 2020 | 23:21 WIB
Selanjutnya

Dorong Pembenahan Layanan dan Sarpras, Wawako Allex dan Ketua Komisi III DPRD Kembali Sidak ke RSUD

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara