PADANG, KLIKPOSITIF — Lapangan Tugu Apeksi, kompleks Balai Kota Padang di Aie Pacah, tampak berbeda pada Sabtu (22/8/2026). Beragam tanaman bonsai dengan bentuk dan karakter yang unik menghiasi kawasan tersebut dalam Pameran Bursa dan Jemur Bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Padang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 itu dibuka langsung Wali Kota Padang Fadly Amran. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua PPBI Cabang Padang M. Agus Solehudin, serta pengurus dan anggota PPBI Cabang Padang.
Sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Tidak sekadar menjadi ruang untuk melihat keindahan tanaman yang telah dibentuk dan dirawat dalam waktu panjang, pameran juga menjadi ajang bursa bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat dunia bonsai.
Fadly Amran mengajak masyarakat Kota Padang untuk datang dan meramaikan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai edukasi karena masyarakat tidak hanya dapat menikmati keindahan bonsai, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai tanaman, teknik perawatan, hingga proses membentuk bonsai agar memiliki nilai estetika.
“Pameran ini bukan hanya menjadi ajang untuk melihat dan membeli bonsai, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tanaman bonsai sekaligus mempelajari teknik perawatannya,” ujar Fadly.
Ia menilai keberadaan komunitas bonsai di Kota Padang merupakan potensi yang patut terus dikembangkan. Sebab, aktivitas merawat bonsai tidak hanya berkaitan dengan seni dan hobi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mencintai tanaman serta menjaga lingkungan.
Fadly menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Rancak. Program tersebut, kata dia, tidak semata-mata berbicara tentang mempercantik wajah kota melalui pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga keindahan lingkungan dari lingkup terkecil.
“Semangat Padang Rancak salah satunya adalah bagaimana kita membangun kecintaan terhadap lingkungan. Bonsai menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam merawat dan memperindah tanaman,” katanya.
Karena itu, Fadly berharap kegiatan bonsai tidak berhenti pada pameran dan bursa tahunan. Pemerintah Kota Padang, menurutnya, terbuka untuk mendorong kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda yang lebih besar dengan cakupan peserta dari berbagai daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi ajang lomba atau kontes bonsai berskala nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Harapan tersebut mendapat sambutan dari PPBI Cabang Padang. Ketua PPBI Cabang Padang M. Agus Solehudin mengatakan, Pameran Bursa dan Jemur Bonsai merupakan momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi tanaman bonsai sekaligus memperkuat keberadaan komunitas bonsai di Kota Padang.
Dalam pameran kali ini, sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis ditampilkan. Di antaranya bonsai Anting Putri, Kimeng atau beringin Cina, serta Kingkit atau jeruk ranti.
“Sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis ditampilkan dalam pameran ini. Di antaranya bonsai Anting Putri, Kimeng atau beringin Cina, serta Kingkit atau jeruk ranti,” kata Agus.
Menurut Agus, setiap tanaman yang dipamerkan memiliki karakter dan proses perawatan tersendiri. Bonsai tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat karena membutuhkan ketelatenan, pengetahuan, serta konsistensi dari pemiliknya.
Karena itu, pameran tersebut sekaligus menjadi sarana bagi para pehobi untuk bertukar pengalaman mengenai teknik pemeliharaan dan pembentukan bonsai. Masyarakat yang selama ini hanya mengenal bonsai sebagai tanaman hias juga dapat melihat langsung bagaimana proses dan kreativitas berada di balik setiap tanaman yang dipamerkan.
Agus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia berharap sinergi antara komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga ekosistem bonsai di Kota Padang semakin berkembang.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga kegiatan bonsai di Kota Padang semakin berkembang,” katanya.
Pameran Bursa dan Jemur Bonsai berlangsung hingga 24 Agustus 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat dapat melihat langsung beragam koleksi bonsai sekaligus berinteraksi dengan para pehobi dan anggota PPBI Cabang Padang.
Tidak berhenti pada kegiatan tahun ini, PPBI Cabang Padang juga mulai menyiapkan langkah lebih besar. Agus mengungkapkan rencana untuk menggelar Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2027.
“Kami berencana meningkatkan kegiatan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan menyelenggarakan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2027. Sehingga dapat menjadi ajang yang lebih besar untuk memperkenalkan potensi bonsai Kota Padang,” ujarnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, Kota Padang berpeluang menjadi salah satu titik pertemuan komunitas bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi pemerintah daerah, kegiatan semacam itu juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan komunitas berbasis lingkungan.
Pameran bonsai di Lapangan Tugu Apeksi akhirnya bukan hanya tentang tanaman yang ditata dalam pot. Di balik bentuk batang, cabang, akar, dan tajuk yang dibentuk dengan penuh ketelitian, terdapat proses panjang yang mempertemukan seni, kesabaran, kreativitas, serta kecintaan terhadap lingkungan.
Dari kegiatan yang berlangsung hingga 24 Agustus itu, PPBI Cabang Padang berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal bonsai, tertarik untuk merawatnya, dan pada akhirnya ikut membangun tradisi serta ekosistem bonsai yang lebih kuat di Kota Padang.






