Rabu, 09 Sep 2026 - 13:21 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Terisolasi, DPRD Desak Pemda Kirim Alat Berat

Hatta Rizal
Rabu, 13 Mei 2026 | 12:24 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

50 KOTA,KLIKPOSITIF — Sebanyak 600 KK atau 2.053 warga Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, dilaporkan terisolasi, Rabu pagi (13/5/2026).

Mereka tak bisa keluar-masuk kampung itu dengan kendaraan karena akses jalan satu-satunya tertimbun material longsor dan amblas membentuk lubang menyerupai sinkhole, akibat hujan deras, Selasa malam (12/5/2026).

“Iya. Sebanyak 600 Kepala Keluarga atau 2.000 jiwa warga kami, terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar-masuk. Kami minta bantua pemda,” kata Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, bersamaiKetua Bamus Ustad Yulius, Bhabinkamtibmas Aiptu Rinaldi, Babinsa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang meninjau jalan tersebut, Rabu pagi (13/5/2026), meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat. Karena jalan yang menjadi satu-satunya akses keluar-masuk Nagari Situjuah Ladang Laweh ini, sudah tak bisa lagi dilewati.

“Jalan kabupaten ini, tak hanya amblas dan berlubang mirip sinkhole. Tapi juga tertimbun material longsor. Dampaknya, sebanyak 600 KK dengan total 2.000-an jiwa warga terisolasi. Sekolah libur. Ekonomi nyaris lumpuh. Jalan ini harus segera diperbaiki,” kata Fajar Rillah Vesky.

Dia juga meminta Pemkab Limapuluh Kota, segera mengambil langkah tanggap darurat, untuk menangani longsor, banjir, dan tanah amblas yang kembali melanda daerah ini. Akibat hujan deras yang turun sejak Selasa sore (12/5/2026), hingga Rabu dini hari (13/5/2026).

“Kita minta, pemda segera melakukan langkah tanggap darurat. Mulai dari kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana, penyelamatan dan evakuasi, pembersihan lokasi, sampai pemenuhan kebutuhan dasar warga yang melakukan evakuasi secara mandiri,” ujar Fajar Rillah Vesky.

Jika dampak bencana ini meluas dan dana operasional petugas penanganan bencana terbatas, Fajar Vesky meminta pemerintah daerah, tidak ragu-ragu menetapkan status tanggap darurat bencana. Guna melegalkan penggunaan dana tak terduga dalam pos APBD 2026 dan mobilisasi bantuan dari banyak pihak.

Selain di Situjuah Ladang Loweh, bencana hidrometerologi di Nagari Tungkar, membuat warga setempat mengungsi. Kemudian, aliran sungai Batang Sandir atau Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh juga kembali meluap. Merendam areal pertanian dan merusak area lubuk ikan larangan. Kemudian, ada juga jalan pertanian longsor.

Baca Juga

Fenomena ‘Sinkhole’ di Limapuluh Kota, Pemprov Minta Warga Tak Konsumsi Airnya

Senin, 12 Jan 2026 | 09:48 WIB

Masyarakat Kampung Sarugo Antusias Sambut Anugerah ASEAN Tourism Award

Minggu, 26 Jan 2025 | 14:10 WIB

“Pemerintah nagar terdampak bencana, tentu sedang mendata kerusakan dan kerugian akibat dampak bencana ini. Laporan dari nagari dan camat, harus jadi perhatian serius pemda,” kata Fajar Rillah Vesky.

Tidak hanya mendesak pemda mengambil langkah tanggap darurat, Fajar Vesky mendorong pemda, bisa melakukan penanganan bencana dari hulu ke hilir atau secara komperhensif. Jangan parsial, sporadis, dan reaktif saat terjadi bencana saja.

“Banyak pakar dan ahli lingkungan sudah menyebut, bahwa bencana hidrometerologi yang terjadi di Limapuluh Kota, bukan masalah lokal saja. Tapi terkait dengan ekosistem atau anomali iklim. Maka harus ada penanganan jangka panjang dan mitigasi,” kata Fajar Vesky. (***)

Tags: Dprd Kabupaten 50 KotaKabupaten 50 KotaM.Fajar Rillah VeskyNagari Situjuah Ladang LawehSinkhole Limapuluh Kota

Berita Lainnya

Fenomena ‘Sinkhole’ di Limapuluh Kota, Pemprov Minta Warga Tak Konsumsi Airnya

Senin, 12 Jan 2026 | 09:48 WIB

Masyarakat Kampung Sarugo Antusias Sambut Anugerah ASEAN Tourism Award

Minggu, 26 Jan 2025 | 14:10 WIB

Lansia Hanyut di Sialang Ditemukan Sejauh 25 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Kamis, 16 Jan 2025 | 15:51 WIB

Hendak Menyeberang Sungai, Seorang Pria Dilaporkan Hanyut di Kabupaten 50 Kota

Selasa, 14 Jan 2025 | 10:13 WIB
Selanjutnya
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto

Korban Kecelakaan di Padang Besi Dipastikan Jasa Raharja Dapat Santunan dan Biaya Perawatan

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara