PADANG, KLIKPOSITIF — Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, sebanyak 1002 anak di Kota Padang mengalami stunting.
Hal tersebut disampaikan usai diskusi panel manajemen penanganan kasus stunting di Kota Padang, Rabu (31/8/2022).
Menurutnya, Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan Tahun 2021 menunjukan, sebanyak 3264 anak mengalami stunting di Kota Padang.
Kemudian Dinkes Padang melakukan validasi data kembali tahun 2022 dan ditemukan sebanyak 1002 anak mengalami stunting
“Data ini menurun karena ada salah penimbangan, dan alat yang digunakan. Kita bersama kader turun ke kecamatan dengan membawa alat yang sesuai standar, begitu kita lakukan penimbangan lagi terdapat 1002 anak yang stunting,” ungkap Srikurnia Yati.
Menurutnya, dari 1002 kasus ini sudah dilakukan pemetaan dan terdapat pada 22 lokus stunting di Padang.
“Kami sudah petakan, kasus stunting terbanyak itu ditemukan di Kecamatan Padang Selatan dan belum ada kasus stunting yang meninggal,” ungkapnya.
Dijelaskan, kasus stunting disebabkan bukan hanya bicara masalah ekonomi namun lebih kepada pola asuh orang tua terhadap anaknya.
“Pengetahuan orang tua tentang pemberian gizi yang seimbang itu yang penting, lalu support dari ayah, pola asuh yang menentukan,” ungkap Srikurnia Yati.
Srikurnia Yati mengatakan, dari kasus stunting sebagian ditemukan pada keluarga miskin, yang anggota keluarganya juga merokok.







