PASBAR, KLIKPOSITIF – Anggota Komisi III DPRD Sumatera Barat, Nofrizon menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat lamban dalam penyaluran dana Bantuan Tidak Tetap (BTT) untuk korban gempa.
“Hingga saat ini dana BTT belum sampai kepada korban gempa Pasaman Barat dan Pasaman,” katanya kepada KLIKPOSITIF, Minggu (20/3/2022) di Simpang Empat.
Menurutnya bantuan tersebut harus segera disalurkan kepada korban gempa.
“Dulu Pemprov Sumbar bisa dengan cepat menyalurkan BTT untuk korban gempa di NTT sekitar Rp750juta. Kenapa untuk daerahnya sendiri bisa lamban,” ungkap anggota Fraksi Demokrat itu.
Untuk itu ia berjanji bakal mendesak Gubernur Sumbar segera menyalurkan dana tersebut. Meski demikian kata dia, verifikasi lapangan tetap perlu.
“Setidaknya minimal Rp5miliar di tahap pertama ini. Untuk teknis penggunaan dana ini, tentu kepada pemerintah daerah yang terdampak gempa,” jelasnya.
Namun terang Nofrizon, perlunya hasil verifikasi lapangan untuk mengeluarkan anggaran berdasarkan rumah warga yang rusak baik itu ringan, sedang dan berat.
“Penyaluran juga tetap harus lewat kajian. Kalau dana masih kurang, kita siap untuk menggarkan lebih besar di perubahan,” tegasnya.
Selain itu ia menilai pasca gempa ini seluruhnya harus segera, mengingat kondisi warga mulai mengkhawatirkan tinggal di tenda pengungsian.
“Anggaran ada, tahun 2021 saja APBD Provinsi Sumbar sampai silpa Rp504miliar. Selagi untuk kepentingan masyarakat, mari kita carikan dananya,” katanya.
Kemudian ia juga menyoroti kondisi jalan lintas Simpang Empat-Talu. Meski wilayah yang disoroti bukan daerah pemilihannya, ia sangat kecewa melihat jalan lintas provinsi dengan kondisi seperti itu.
“Hendak nya jalan ini menjadi perhatian utama Pemprov Sumbar. Saya siap mendorong dan mendukung untuk pelebaran atau renovasi jalan ini kedepan, tapi tergantung rekan anggota DPRD Sumbar dapil ini,” tutupnya.