PADANG, KLIKPOSITIF – Iklim usaha di Sumatera Barat pada 2025 diproyeksikan tetap tumbuh positif di tengah berbagai tantangan. Dengan laju pertumbuhan ekonomi sekitar 4,6 persen, Sumatera Barat dinilai masih berada pada jalur yang optimistis, meski menghadapi sejumlah hambatan struktural dan eksternal.
Ketua Umum Kadin Sumbar, Buchari Bachter mengatakan, sejumlah faktor disebut berpotensi menahan laju pertumbuhan.
“Bencana alam dan banjir yang kerap terjadi berdampak pada jalur logistik dan distribusi barang. Selain itu, kenaikan biaya energi dan penurunan kinerja industri utama, seperti semen dan sektor pertanian, turut memberi tekanan pada aktivitas usaha,” jelasnya.
Namun demikian, perekonomian daerah tidak sepenuhnya kehilangan tumpuan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi motor penting dalam penyerapan tenaga kerja. Berbagai agenda penguatan ekonomi kreatif, termasuk Sumbar Creative Economy Festival (SCEF) 2025, diharapkan mampu memperluas peluang pasar sekaligus mempercepat akselerasi pelaku UMKM agar naik kelas dan lebih berdaya saing.
Di sisi lain, tantangan pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga September 2025, penyaluran kredit UMKM tercatat mengalami pertumbuhan yang relatif terbatas. Perbankan cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit seiring meningkatnya risiko pembiayaan, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang berada di kisaran 2,72 persen.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dukungan pembiayaan yang lebih inklusif, perbaikan infrastruktur logistik, serta penguatan sektor unggulan diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Dengan berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bergerak maju menghadapi dinamika ekonomi 2025.






