Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Internasional

Biaya Haji Naik Lagi, Kemenag Usulkan Rp 45 Juta Per Jemaah

Ramadhani
Kamis, 17 Feb 2022 | 12:02 WIB
Biaya Haji bakal naik

Penyelenggaran Haji selama pandemi

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Biaya haji tahun ini bakal mengalami kenaikan. Kementerian Agama mengusulkan kenaikan biaya pelaksanaan haji tahun ini menjadi Rp 45,05 juta per jemaah.

Jumlah itu mengalami kenaikan hingga Rp 10 juta dibandingkan pada tahun 2019. Sedangkan dua tahun pademi pemerintah tidak mengirim jemaah haji.

Pada 2020 biaya haji reguler berkisar mulai Rp 31,45 juta hingga Rp 38,35 juta. Lalu pada 2021 biaya ini kembali naik menjadi Rp 44,3 juta per jemaah.

Baca Juga

BPKH Targetkan Warga Indonesia yang Daftar Haji Naik Jadi 4 Persen Tahun Ini

Jumat, 18 Sep 2026 | 22:12 WIB
Bank Nagari

Bank Nagari Dominasi Porsi Haji di Sumbar

Sabtu, 1 Agu 2026 | 11:59 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan biaya haji berguna untuk penerbangan. Selain itu juga untuk kebutuhan hidup. Untuk kebutuhan selama di Mekkah dan Madinah. Dan juga termasuk biaya visa dan tes PCR.

Menteri Yaqut menyebut sebenarnya biaya ini lebih rendah dari yang sebenarnya. Lantaran pemerintah memberikan subsidi. Usulan ini juga memperhitungkan beban jemaah untuk kelanjutan haji tahun selanjutnya.

Sebelumnya pemerintah bersama DPR mulai mempersiapkan pemberangkatan jemaah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi. Salah satunya dengan membentuk Panitia Kerja (panja) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1443 H / 2022 M.

“Kami terus mengupayakan bagaimana caranya agar pelaksanaan haji tahun 2022 bisa dilaksanakan, di tengah munculnya varian baru Omicron, maka kami melakukan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/ 2022 M dengan tiga opsi, yaitu kuota penuh, kuota terbatas atau yang paling pahit adalah dengan kembali tidak memberangkatkan jemaah haji,” ujar Wamenag Zainut Tauhid.

 

 

Tags: Arab SaudiHajiKemenagPemerintah

Berita Lainnya

BPKH Targetkan Warga Indonesia yang Daftar Haji Naik Jadi 4 Persen Tahun Ini

Jumat, 18 Sep 2026 | 22:12 WIB
Bank Nagari

Bank Nagari Dominasi Porsi Haji di Sumbar

Sabtu, 1 Agu 2026 | 11:59 WIB
Bank Nagari

Bank Nagari Gandeng BPKH Tingkatkan Literasi Penyelenggaraan Ibadah Haji

Jumat, 31 Jul 2026 | 15:55 WIB

Permudahkan Masyarakat Urus Adminduk, Pemkab Solok Jalin Kerjasama dengan Kemenag dan Pengadilan Agama

Selasa, 28 Jul 2026 | 15:54 WIB
Selanjutnya
Dasawisma Anggur 6 Sialang Gaung Kembali Dinilai Tim Provinsi Sumbar

Dasawisma Anggur 6 Sialang Gaung Kembali Dinilai Tim Provinsi Sumbar

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara