PADANG, KLIKPOSITIF – Dukungan keluarga menjadi langkah awal bagi Icha, seorang ibu rumah tangga membuka usaha berjualan dasternya. Berkat dukungan itu, saat ini ia bisa membantu dalam meningkatkan ekonomi keluarga.
“Semua berawal dari iseng jualan di media sosial Facebook pertengahan 2019. Kemudian merasakan enaknya belanja uang hasil kerja sendiri, akhirnya saya seriuskan usaha ini setelah mendapatkan izin dari suami,” katanya saat di temui di salah satu acara bazar yang juga di support oleh BRI di Kota Padang beberapa waktu lalu.
Modal awal Icha saat berjualan Rp500 ribu. Dari modal tersebut, ia mendapat keuntungan awal kurang lebih Rp200 hingga Rp300 ribu. “Karena melihat keuntungannya bagus dan bisa menambah ekonomi keluarga, makanya saya lanjutkan,” jelasnya.
Ia mengatakan, untuk penjualan awal, daster yang ia jual seharga Rp35 ribu. “Biar mudah dalam penghitungannya, maka kita menjual 3 helai Rp100 ribu. Selain itu, ada juga yang harganya Rp45 ribu dan Rp50 ribu. Harga ini juga tergantung dari kualitas daster yang dijual,” paparnya.
Dalam menjalankan usahanya, Icha mengambil barang langsung dari konveksi daster yang ada di salah satu kota di Jawa Tengah. “Karena harga dan kualitasnya sudah kita percaya sejak lama, sehingga untuk barang kita ambil dari sana,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pasar usahanya, Icha menjalankan melalui arisan ibu-ibu yang ada di lingkungan rumahnya, media sosial Facebook, market place dan ikut bazar/pameran. “Sehingga kita tidak membatasi penjualannya melalui apapun,” paparnya.
Menurutnya, pasa pakaian daster menjadi sangat laris karena geografi Kota Padang yang cukup panas dan gerah. “Maka menjadikan daster sebagai pakaian rumahan sangat cocok,” jelasnya.
Hingga saat ini, pembeli untuk pakaian dasternya sudah merambah hampir ke seluruh daerah di Indonesia, diantaranya dari Aceh, Medan, Sulawesi, Kalimantan, dll.
“Karena penjualan online ini jangkauannya luas, maka bisa di jangkau oleh semua pihak,” terangnya.
Penggunaan QRIS dan Merchant BRI
Penggunaan Merchant BRI untuk pembayaran setiap transaksi yang dilakukan oleh pelanggannya merupakan salah satu cara mempermudah Icha dalam menjalankan usahanya.
“Alasannnya karena aman dan tak perlu khawatir menggunakan merchant ini saat bertransaksi karena dari awal berjualan, saya sudah menggunakan Bank BRI untuk pembayaran. Dari tadi pun yang belanja semuanya menggunakan Merchant BRI,” terangnya.
Senada di ungkapkan Regional CEO BRI Padang, Moh.Harsono mengatakan, teknologi EDC BRI ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan kebutuhan dari pengguna EDC itu sendiri dengan menggunakan EDC Android yang dilengkapi fitur-fitur yang dapat memudahkan penggunanya.
“Disamping itu dari sisi device maintenance maka pengguna akan didampingi oleh petugas vendor yang siap membantu merchant jika terkendala dengan penggunaan atau terjadi kerusakan pada EDC,” paparnya saat di hubungi di Padang, Jumat, 26 April 2024.
Ia menuturkan, BRI telah mengembangkan system aplikasi Merchant apps sebagai pendamping merchant dalam melakukan monitoring transaksi EDC BRI.
“Semua transaksi yang terjadi di EDC BRI juga dapat ter-blast ke email merchant yang terdaftar sehingga merchant dapat melihat rincian / detail transaksi yang sudah berhasil masuk ke rekening penampungan merchant,” paparnya.
Sementara itu, Praktisi Ekonomi dari Universitas Taman Siswa Padang, Ir. Hamdani Harahap, MM. mengatakan, perkembangan teknologi membawa perubahan terhadap kebutuhan masyarakat akan alat pembayaran yang dapat memenuhi kecepatan, ketepatan dan keamanan dalam setiap transaksi.
Masyarakat Indonesia yang dulunya banyak berbelanja dengan uang tunai, saat ini telah mengetahui dan memanfaatkan pembayaran menggunakan metode non tunai, yaitu pembayaran digital sebagai alat pembayaran.
“Sistem pembayaran digital atau bisa disebut sebagai electronic money (e-money). Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran menggeser peranan uang tunai (currency) sebagai alat pembayaran kedalam bentuk pembayaran non tunai yang yang lebih efisien dan ekonomis.
Pembayaran non tunai umumnya dilakukan tidak dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran melainkan dengan cara transfer antar bank ataupun transfer intra bank melalui jaringan internal bank sendiri.
Sesuai data setidaknya 9,4 juta UMKM telah menerapkan digitalisasi pada usahanya. Digitalisasi merupakan salah satu terobosan yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik dan internasional.
“Sehingga jual beli daring melalui e-commerce sudah menjadi tren konsumen Indonesia,” tuturnya saat dihubungi di Padang, Jumat, 26 April 2024.