BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF – Anggota Komisi V DPRD Sumbar Nofrizon, sidak di SMKN 1 Bukittinggi dan SMAN 1 Baso-Agam, Senin 13 Desember 2021.
Sidak dilakukan untuk melihat progres proyek yang bersumber dari Dana Pokir Nofrizon.
Di 2 lokasi itu, Nofrizon sangat kecewa melihat proyek tersebut tidak selesai tepat waktu, bahkan ada yang tidak jelas pengerjaannya.
Di tempat pertama, di SMKN 1 Bukittinggi berlangsung proyek rehabilitasi aula sekolah tersebut.
“di SMK 1, ini nilainya 350 juta. Kita berdua dengan Pak Hendra Irwan Rahim, saya bantu di atap, loteng dan plafon, sementara Pak Hendra bantu bagian pentas,” kata Nofrizon.
Namun, proyek yang pengerjaannya dimulai sejak September 2021 dengan lama pengerjaan 60 hari ini malah terbengkalai.
“Sekarang kontraktornya lari dan tak bisa dihubungi, belum lagi sekolah kena denda dari PLN akibat masalah listrik. Kontraktornya tak bisa dihubungi,” jelas dia kecewa.
Tak hanya di SMKN 1, proyek pembangunan gedung serbaguna senilai 600 juta di SMAN 1 Baso juga tidak beres sesuai jadwal.
Di SMAN 1 Baso, seharusnya pengerjaan selesai 30 November kemarin. Namun nyatanya, hingga saat ini pekerja masih berupaya mengejar target.
Informasi dari Peri, pengawas proyek mengatakan bobot pengerjaan sudah 90 persen dan dia sudah 2 kali mengirim teguran ke kontraktor. Kini, kontraktor itu kena denda dan mesti menyelesaikan pekerjaannya.
“Harus diblack list kontraktornya. Kita tak ingin sekolah dirugikan, dan akan kita usut,” jelasnya.
Walau demikian, Nofrizon berkomitmen akan tetap menganggarkannya kembali tahun depan agar proses belajar-mengajar menjadi lebih mudah.
(*)







